Terduga Pelaku Pencabulan Bertambah, Polisi Tetapkan Sebelas Tersangka

0
33
Kasatreskrim Viky geber tersangka ke-11 kasus pencabulan di Mapolres Buleleng

BULELENG – Proses hukum kasus dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur beralamat Kecamatan Buleleng terus berkembang. Penyidik Unit Pengaduan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Buleleng kembali menangkap satu orang terduga pelaku berinisial KCD (18) beralamat di Kecamatan Buleleng.

“Berdasarkan hasil penyidikan dan bukti permulaan yang cukup, terduga pelaku berinisial KCD sudah diamankan dan kita tetapkan sebagai tersangka. Sehingga jumlah tersangkanya menjadi 11 orang dan masih kita kembangkan,” tandas Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Viky Tri Haryanto, Jumat (13/11/2020) siang saat menggeber perkembangan penanganan kasus persetubuhan anak dibawah umur ini di Mapolres Buleleng.

Kasatreskrim Viky didampingi Kasubbaghumas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya memaparkan, sesuai hasil penyidikan, tersangka mengakui melakukan persetubuhan dengan korban pada hari Minggu (11/10/2020) sekitar pukul 21.00 Wita.

“Tersangka mengajak korban ke sebuah gubuk yang berada pada areal perkebunan di Banjar Dinas Pendem Desa Alasangker Kecamatan Buleleng. Kemudian tersangka mengajak korban melakukan persetubuhan,” terangnya.

Terhadap perbuatan yang telah dilakukan, KCD yang masih berstatus mahasiswa ini dipersangkakan melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

“Sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 Undang-undang Republik Indonesia No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.

Sebelumnya, penyidik Unit PPA Satreskrim telah menetapkan 10 oknum pemuda berinisial Rudi, Berit, Acet, Wawan, Pakar, Dika, Arta, Juli, Tisnu dan Ersa sebagai tersangka kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Dari 10 tersangka, 7 diantaranya yakni Acet, Pakar, Dika, Arta, Juli, Tisnu dan Ersa tidak dilakukan tindakan penahanan karena masih dibawah umur.

Sementara 3 tersangka lain yang sudah cukup umur atau dewasa yakni Rudi, Berit dan Wawan sudah dilakukan tindakan penahanan. Proses hukum dilakukan berdasarkan laporan orang tua korban, terkait dugaan persetubuhan yang dialami anaknya, pada Minggu (11/10/2020) hingga Senin (12/10/2020). Dugaan adanya persetubuhan anak dibawah umur, diperkuat hasil penyidikan dan hasil visum et repertum korban. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here