Terapkan Sistem E-Rekap, Terkendala Blank Spot Sinyal Internet

0
61

TABANAN – KPU Tabanan dalam melakukan pelaporan hasil pencoblosan di TPS dengan sistem e-Rekap memanfaatkan jaringan internet. Namun hal tersebut tampaknya akan mengalami kendala. Pasalnya,  ada beberapa wilayah di Tabanan masih blank spot atau tidak ada sinyal internet bahkan sinyal telepon. hal ini menjadi perhatian Bawaslu Tabanan dan telah melakukan survey ke lapangan.

Bawaslu Tabanan telah melakukan survey mengenai kawasan rawan terjadi blank spot di Tabanan. Tercatat ada empat kecamatan yang terdapat kawasan tersebut seperti Baturiti,Penebel, Pupuan, dan Selemadeg Barat. Kawasan blank spot ini nantinya bisa berdampak terhadap kesulitan saat menginput data e-rekap usai pencoblosan.

“Penyelenggara Pilkada dalam hal ini KPU Tabanan  harus menyiapkan solusi misalnya dengan penambahan alat wifi yang nantinya bisa memudahkan petugas di lapangan dan tidak menimbulkan hal yang tak diinginkan,” ungkap Komisioner Bawaslu  Tabanan bidang pengawasan I Ketut Narta di sela-sela  pengawasan penerimaan Logistik Pilkada, Selasa (03/11/2020).

Menurut Narta, sebelum pelaksanaan kampanye ini pihaknya bersama tim di lapangan telah melakukan survei ke semua wilayah guna memastikan penerapan e-rekap di Tabanan bisa berjalan lancar. Pihaknya menemukan sejumlah wilayah terutama di pelosok yang masuk kawasan blank spot atau susah sinyal.

“Yang paling rawan itu Pupuan, Selemadeg Barat, Baturiti dan Penebel. Sejumlah titik di kawasan ini rawan tak terjangkau sinyal internet yang baik. Bahkan dulu teman kami ketika bekerja atau hendak mengirim laporan pengawasan di kawasan tersebut harus keluar lokasi dulu untuk mencari sinyal dulu. Sehingga ini perlu pertimbangan KPU ketika menerapkan e-rekap itu, untuk wilayah yang rawan blankspot harus ada kajian,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, pihak penyelenggara juga harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yakni KPPS harus banyak mengikuti bimtek terkait penerapan e-rekap tersebut. Sehingga, hasilnya nanti sesuai dengan rencana awal agar nantinya tidak terjadi kendala dibelakang hari. KPU sudah  melakukan survey. Hasil koordinasi dengan KPU.

“Kami akan melakukan penguatan sinyal di daerah tersebut. Karena kawasan blank spot ini masuk tiga kategori terkait indeks kerawanan Pilkada. Jika ingin penerapan e-rekap ini maksimal dan efisien, KPU harus memiliki perangkat pendukung,” katanya.

Mengantisipasi susah sinyal tersebut kata Narta, KPU harus segera mencari solusi dari persoalan tersebut.

“Saat ini masih perlu koordinasi terkait solusi yang diambil apakah itu memindah TPS atau gimana. Jangan sampai nanti, Pilkada sudah damai, hasilnya tak ada pelanggaran, jika hanya karena blankspot nanti penyelenggara dianggap lalai nantinya,” imbuhnya.

Menurut Narta, masalah sinyal menjadi kerawanan tersendiri dan bisa menjadi perhatian dari Paslon.

“Ini bisa menjadi perhatian dari paslon, karena kita berbicara masalah hasil. Jika hasilnya bermasalah, masalah teknis akan dipertanyakan padahal KPPS di bawah sudah bekerja dengan sangat maksimal,” tegasnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here