Nusa Penida Siapkan Aksi Damai, Bupati Turun Tangan Minta Kedepankan Prokes

0
635
Warga Nusa penida dan Pengempon Pura Penataran Ped menggelar paruman menyikapi pernyataan Arya Weda Karna yang dinilai kontroversial

KLUNGKUNG-Reaksi warga Nusa Penida atas pernyataan Arya Wedakarna (AWK) di media sosial yang menyebut Ida Bhatara di Pura Dalem Ped bukan Dewa tapi makhluk suci, memuncak Minggu (1/11/2020).

Pengempon pura bersama sejumlah komponen warga menggelar paruman di wantilan Pura Penataran Ped. Hasil paruman, warga sepakat akan menggelar aksi damai ke Kantor DPD RI di Renon Denpasar lanjut ke Polda Bali pada Selasa (3/11/2020). Sebelum paruman sejumlah warga juga sempat menolak kehadiran AWK yang rencananya mau datang ke Nusa Penida, guna menyampaikan klarifikasi.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Kapolres Klungkung AKBP Bima Arya Viyasa turun ke Nusa Penida dan hadir dalam pertemuan dengan warga.

Bupati I Nyoman Suwirta meminta warga saat menyampaikan aspirasi cukup di depan Monumen Puputan Klungkung, mengingat masa pandemi Covid-19 belum berakhir. Yang tidak kalah penting, orang nomor satu di Klungkung ini meminta warga tidak anarkis tetap mengedepankan aksi damai. Warga Nusa Penida pun akhirnya menerima saran Bupati Suwirta.

Menurut Ketua Forum Perbekel se-Kecamatan Nusa Penida Ketut Gede Arjaya, pertemuan itu dilaksanakan dalam upaya menyamakan persepsi dan pemikiran serta menentukan langkah langkah yang akan diambil dalam menyikapi pernyataan yang disampaikan salah satu anggota DPD RI yaitu Arya Weda Karna, yang tengah viral di media sosial belakangan ini.

“Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi guna menyikapi Pernyataan salah seorang anggota DPD, Arya Weda Karna,” ungkap Ketut Gede Arjaya. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here