Mandi di Laut, ODGJ Ditemukan Tewas di Pantai Bondalem

0
65

Evakuasi korban tewas di Pantai Bondalem


BULELELENG – Apes dialami Ketut Mudiasa alias Leplep (50) beralamat Banjar Dinas Tegal Sari Desa Bondalem Kecamatan Tejakula. Warga pengidap gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini ditemukan tewas, dengan kondisi tubuh mengambang pada pantai yang ada di depan Pura Tirta Penembak, Banjar Dinas Jro Kuta Desa Bondalam Kecamatan Tejakula.

“Jenasah korban, ditemukan sejumlah nelayan yang sedang melaut, mencari ikan gurita pada hari Selasa (27/10/2020) sekitar pukul 09.20 Wita,” ungkap Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu I Gede Sumarjaya, Selasa (27/10/2020) siang di Mapolres Buleleng.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Tejakula, kata mantan Kanitreskrim Polsek Kubutambahan ini, penemuan jenasah berawal dari saksi Putu Ngurah Restama (20) dan Putu Ngurah Rediasa (21) melaut sekitar pukul 07.30 Wita untuk mencari ikan gurita.

“Tiba-tiba Ngurah Restama dan Rediasa melihat ada sesuatu yang mengambang ditengah laut dan saat didekati ternyata sesosok mayat laki-laki tanpa pakaian,” ungkapnya.

Kemudian saksi menghubungi rekannya, Gede Parwisna yang ada didarat agar melaporkan temuan mayat tersebut kepada Prebekel Desa Bondalem dan Polsek Tejakula.

Menyikapi laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Tejakula bersama dengan Prebekel Desa Bondalem dan Ketua Pokmatwas Desa Bondalem langsung mengevakuasi jenasah yang berada sekitar 40 meter dari bibir pantai dan lanjut melakukan pemeriksaan medis.

“Dari pemeriksaan medis yang dilakukan petugas Puskesmas Tejakula II, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam, sekitar 6 jam sebelum ditemukan,” tandas Sumarjaya sembari menambahkan sesuai keterangan pihak keluarga, selain ODGJ korban juga menderita penyakit epilepsi sejak kecil.

Terkait penyebab kematian, Sumarjaya menyatakan belum diketahui secara pasti. Namun dari keterangan medis dan pihak keluarga, diduga kuat korban yang menderita epilepsi tersebut meninggal dunia akibat tenggelam saat mandi di laut.

“Kemungkinan penyakit epilepsinya kumat saat mandi dilaut, namun hal ini tidak diselidiki lebih lanjut karena pihak keluarganya menolak dilakukan otopsi dan menyatakan menerima dengan ihklas kematian korban sebagai musibah,” tandasnya.

Dengan adanya surat pernyataan tersebut, maka jenasah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai adat istiadat setempat. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here