Jelang Libur Panjang, Masyarakat Dihimbau Tetap Disiplin Terapkan Prokes

0
30
Sekda Buleleng Gede Suyasa geber hasil rakor terkait antispiasi penyebaran Covid-19 pada saat libur panjang

BULELENG – Jelang pelaksanaan libur nasional dan cuti bersama serangkaian peringatan Hari Suci Maulid Nabi, 26-30 Oktober 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng kembali mengeluarkan imbauan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Selain kepada umat yang merayakan Hari Suci Maulid Nabi, Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng juga mengajak dan mengimbai warga masyarakat serta wisatawan di Buleleng agar disiplin menerapkan Prokes, melaksanakan Gerakan 3M, Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan.”Libur panjang pada akhir bulan Oktober 2020 dikarenakan perayaan Hari Raya Maulid Nabi yang jatuh pada hari Kamis, 29 Oktober 2020,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, usai mengikuti Rakor Virtual Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada masa libur panjang, Kamis (22/10/2020) di Lobby Kantor Bupati Buleleng.

Sesuai rakor virtual yang dipimpin Menkopolhutkam, kata Suyasa yang juga menjabat Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng, serangkaian peringatan Hari Suci Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2020, pemerintah pusat menetapkan libur atau cuti bersama.”Berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, libur bersama dilaksanakan pada hari Rabu dan Jumat tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 mendatang,” jelasnya.

Dengan adanya libur panjang ini, dipastikan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Buleleng mengalami peningkatan.”Mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang, Satgas Covid-19 akan mengadakan pertemuan lanjutan. Termasuk mengeluarkan surat edaran terkait dengan kesiapan dan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan pada libur panjang tersebut,” tandas Suyasa sembari menyebutkan, tim pusat mengestimasi beberapa daerah terjadi arus mudik dan juga arus balik.

Meskipun tidak ramai dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia, upaya antisipasi tetap dilakukan. “Mengingat, dengan adanya libur panjang tentu akan dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk berbagai hal. Seperti berkunjung ke rumah saudara, reunian, berkunjung ke tempat-tempat wisata,” ujarnya.

Sehingga harus betul-betul diantisipasi, utamanya terhadap tempat pariwisata.”Untuk tempat wisata sudah dari awal disiapkan, sudah siap untuk menerima kedatangan wisatawan yang berkunjung ke Buleleng,” tandasnya.

Yang terpenting, bagaimana pemerintah bersama masyarakat bersama-sama menerapkan 3M, sebagaimana diatur dalam Perbup Buleleng No 41 tahun 2020 tentang Penerapan Displin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.”Dengan gerakan 3M, kita berharap setiap indifidu tidak tertular atau menularkan Covid-19 kepada orang lain,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here