Alat Lab PCR BRSU Tabanan Hanya Mampu Uji 60 Specimen Per Hari

0
91
MASIH KURANG : Mesin PCR BRSU Tabanan hanya mampu uji 60 spesiemen per hari.

TABANAN – Percepatan penanganan Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Provinsi Bali. Salah satunya terus menambah alat laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) ke sejumlah rumah sakit termasuk di Tabanan. Saat ini Tabanan sudah mesin PCR yang mampu menguji 60 specimen setiap harinya. Bahkan Tabanan berencana kan mendpat bantuan alat PCR lebih besar lagi dari pusat.

Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, saat ini BRSUD Tabanan sudah memiliki laboratorium PCR bantuan pemerintah Provinsi Bali sebelumnya yang baru mulai beroperasi bulan September 2020. Hanya saja peruntukannya masih sebatas cukup untuk menguji spesimen (swab test) pasien se-kabupaten Tabanan, baik itu yang menjalani perawatan di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Rata-rata sehari, setidaknya ada sekitar 60 spesimen (sampel) yang dilakukan pengujian. “ Kemampuan mesin sekali running 30 sampel, kalau 2 kali dalam sehari bisa 60 sampel. Kalau mau lebih besar termasuk untuk uji hasil tracing diperlukan  tambahan mesin lebih besar lagi,” katanya, Kamis (22/10/2020).

Namun demikian, dengan keberadaan alat saat ini, sudah cukup membantu dalam menguji swab test pasien yang menjalani perawatan baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Namun untuk bisa menjangkau orang karena tracing kontak erat, belum bisa cepat karena kapasitas mesin masih terbatas. “Bersyukur pemerintah berencana membantu pengadaan alat lebih besar,” ungkapnya.

Menurut dr. Susila, dalam rapat bersama Gubernur Bali belum lama ini, memang ada penyampaian terkait rencana penambahan mesin PCR. “Bapak Gubernur menjanjikan waktu rapat dan kami sudah mengirim surat ke gubernur dan BNPB, semoga jadi dapat bantuan mesin lagi, kami masih menunggu informasi terbaru juga,” sebut dr.Susila.

Pihaknya berharap, tambahan mesin PCR bisa segera terwujud untuk nantinya jika diperlukan tracing lebih luas lagi, tentunya memerlukan mesin yang lebih besar. Dengan banyaknya mesin PCR, tentu saja hasil pengujian spesimen (swab tes) pasien bisa diketahui dengan cepat. “Misalnya saja sampel masuk sebelum jam 09.00 WITA, maka siang atau sore, sudah akan diketahui hasilnya, sehingga terhadap pasien bersangkutan bisa dilakukan penanganan kesehatan lebih lanjut,” ucapnya.

Kalau penambahan mesin PCR benar-benar sudah terealisasi, otomatis jumlah sampel yang diuji mengalami peningkatan, penambahan staf untuk pengujian kemungkinan juga akan disiapkan. “Kami lihat nanti kondisinya, jika pemeriksaaan banyak dan staf kewalahan, tentu akan ditambah,” pungkasnya.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here