Sebut Jerinx Orang Baik, Ketua IDI Bali : Postingannya Melemahkan Semangat Dokter

0
102
Ketua IDI Bali dr. Gede Putra Suteja (kiri) menjadi saksi persidangan dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx SID (kanan).

DENPASAR – Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian I Gede Ari Astina alias Jerinx SID menjalani sidang tatap muka dengan mejelis hakim dengan agenda pembuktian dan mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (13/10/2020).

Dalam  persidangan yang digelar di di ruang sidang Cakra mulai pukul 10.00 Wita,  Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Eka Widanta menghadirkan tiga orang saksi. Salah seorang dintaranya Ketua IDI Bali dr. Gede Putra Suteja yang juga sebagai pelapor.

Dalam keterangannya, dr. Suteja mengaku tidak mengetahui dan membaca keseluruhan isi postingan yang diunggah  Jerinx di media sosial.  “Saya hanya membaca soal postingan yang isinya menyebut IDI kacung WHO,” ungkapnya.

Keterangan dr. Suteja itu menyulut pertanyaan penasehat hukum Wayan ‘Gendo’ Suardana, dkk. Terlebih, Jerinx saat itu membuat postingan  menanyakan kenapa ibu yang harus melahirkan terlebih dahulu dipaksa untuk melakukan rapid tes. “Bahkan, saya siap untuk melakukan tatap muka dalam diskusi tapi tak pernah ditanggapi,” ungkapnya.

Jerinx mengaku tidak ada maksud merendahkan atau melemahkan para dokter. “Jadi, tolong bapak bisa lihat mata saya. Tolong tatap saya. Apakah saya ini orang jahat dan pantas dipenjarakan?. Saya bicara itu karena saya juga punya istri dan akan melahirkan anak,”ucap Jerinx yang mengenakan kemeja putih.

Menanggapi pernyataan terdakwa, dr. Suteja dihadapan majelis hakim dan pengunjung sidang yang dibatasi hanya 20 orang itu mengatakan bahwa Jerinx orang baik.   “Saya tahu, sangat tahu anda orang baik dan sangat baik. Tapi, saya menyayangkan kenapa harus tulis seperti itu. Tulisan itu melemahakan kinerja tim dokter dalam mengangani pasien Covid-19,”tegasnya.

Suteja juga menegaskan bahwa IDI tidak ada di bawah naungan WHO. Namun, cabang-cabang dari berbagai wilayah dan pusat mendesaknya untuk melaporkan postingan  Jerinx. “Dalam diskusi semua cabang,  postingan itu sebagai sebuah kejahatan sehingga dilaporkan. Sungguh tidak ada niat kami memenjarakan anda,”ungkapnya sembari menyebut postingan itu dapat menimbulkan mosi tidak percaya masyarakat kepada dokter.

“Lho, jadi itu hanya asumsi dari dokter ?. Padahal, masyarakat hanya bertanya soal postingan tersebut, bukan menegaskan jadi tidak percaya,” tanya Gendo Suardana.

Ditemui usai sidang, Putra Suteja kembali menyampaikan hanya menjaga marwah profesi organisasi IDI. “Jangan ada orang-orang melemahkan profesi dokter yang selama ini bekerja sekuat tenaga dalam menangani wabah Virus Corona.  IDI juga manusia yang punya rasa. Berapa anggota saya sudah meninggal dan beberapa masyarakat yang tidak terlayani karena dokternya meninggal.  Mereka 8 jam pakai APD, tidak bertemu keluarga beberapa hari dan diikuti dengan narasi begini, saya sebagai anggota profesi khan harus menjaga marwah teman-teman saya,”ungkapnya.

Sementara itu, Jerinx didakwa melanggar Pasal 28 ayat (2) UU ITE dengan dakwaan alternatif Pasal 27 ayat (3). Seusai sidang, tim penasihat hukum menyatakan kedua pasal itu punya prinsip berbeda.

Dalam perkara ini, JPU mendakwa Jerinx Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

JPU juga memberikan dakwaan alternatif atau kedua. Perbuatan Jerinx sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.  (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here