Satu Meninggal Dunia, 5 Sembuh, 1 Probable, Kasus Positif 8 Orang

0
46

Ketut Suweca


BULELENG – Kasus terkonfirmasi atau positif terinfeksi Covid-19 di Kabupaten Buleleng masih bertambah, secara fluktuatif seiring dengan kasus sembuh. Sesuai laporan Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, pasien yang dinyatakan sembuh atau sudah memiliki antibody Covid-19 sebanyak 10 orang, sementara kasus terkonfirmasi bertambah 8 orang, serta kasus meninggal dunia dan probable masing-masing 1 orang

“Kasus meninggal dunia berasal dari Kecamatan Banjar, sementara Probeble berasal dari Kecamatan Buleleng,” ungkap Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Buleleng, Ketut Suweca, Jumat (2/10/2020) siang saat menggeber data terkini penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Sesuai laporan Tim Medis GTPP, kata Suweca yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng ini, kasus meninggal dunia berasal dari Kecamatan Banjar adalah seorang laki-laki berumur 68 tahun. “Meninggal dunia Sabtu (3/10/2020) dengan kronologis, pasien rujukan RS Bali Med ini diterima IGD RSUD Buleleng tanggal 23 September 2020 dengan keluhan sesak nafas, demam dan batuk,” jelasnya. Sesuai diagnose klinis dokter penanggungjawab pasien (DPJP), pasien dinyatakan meninggal akibat terinfeksi Covid-19.”Kasus sembuh dilaporkan hari ini sebanyak 10 orang berasal dari Kecamatan Seririt sebanyak 4 orang, Buleleng 5 orang dan Kecamatan Sukasada 1 orang,” urainya.

Sementara untuk kasus terkonfirmasi baru dilaporkan sebanyak 8 orang, berasal dari Kecamatan Seririt 1 orang, Buleleng 3 orang,Banjar 1 orang, Sawan 2 orang dan Sukasada sebanyak 1 orang.”Sehingga total jumlah pasien konfirmasi saat ini menjadi 57 orang,” tandasnya. Suweca memaparkan, pasien terkonfirmasi menjalani isolasi pada sejumlah RS dengan rincian sebanyak 9 orang pasien menjalani isolasi di RSUD Kabupaten Buleleng, 1 orang di RS Bali Med Singaraja, 4 orang di RS Karya Darma Usada, 9 orang di RS Kerta Usada Singaraja, 1 orang di RSUP Sanglah – Denpasar dan sebanyak 32 orang menjalani isolasi mandiri.”Meskipun peningkatan kasus tidak terlalu tinggi, masyarakat tetap diimbau tetap waspada dan disiplin menerapkan Prokes,” ujarnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here