Restorasi Kampus, Penguatan Simpul NKRI Indonesia Maju

0
76


Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. Wakil Rektor II Undiksha

BULELENG – Webinar Nasional yang digelar mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha Singaraja serangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila, tak hanya dimanfaatkan Universitas Pendidikan Ganesha untuk menegaskan Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai narasumber, Webinar Nasional bertajuk ‘Perguruan Tinggi Dalam Pusaran Pragmatisme Demokrasi, Menakar Peran Akademisi untuk Penguatan Simpul NKRI’ ini juga dimanfaatkan untuk mengingatkan keberadaan perguruan tinggi serta peranan kaum intelektual kampus dalam menopang pergerakan nasional Indonesia.

“Gerakan kaum terpelajar Nusantara yang berlandaskan pendidikan, tidak hanya berperan mencerdaskan generasi bangsa, tapi juga memerdekakan Indonesia melalui gerakan diplomasi sebagai penyeimbang konfrontasi melawan penjajah,” tandas Wayan Lasmawan, Kamis (1/10/2020) pada acara Webinar Nas yang diikuti lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia.


Dan saat ini, kata Lasmawan, kaum intelektual kampus diminta ikut andil melakukan transformasi ide-ide kebangsaan dan melakukan restorasi dalam memperkuat simpul NKRI dan kehidupan berdemokrasi termasuk dalam penanganan Pandemi Covid-19. Tantangan sekaligus peluang bagi kaum kampus ini tentu harus dijawab dengan cerdas dan memperhatikan tiga hal.”Yakni Peran Perguruan Tinggi dalam memanusiakan manusia intelektualitas, Iklim Intelektual Kampus Sebagai Roh Demokrasi yang Berkecerdasan serta Restorasi Dunia Kampus, Pendidikan Berdemokrasi, dan Penguatan Sipul NKRI,” ungkapnya.

Peran Perguruan Tinggi dalam memanusiakan manusia, pendidikan pada dasarnya merupakan proses mengembalikan manusia pada konsep fitrahnya yaitu untuk memanusiakan manusia.”Pada hakikatnya Pendidikan Tinggi telah dibekali dengan peran yang sentral dalam Pendidikan Nasional Inonesia yaitu dengan Tri Darma perguruan Tinggi, sebagai salah satu tujuan yang harus dicapai dan dilakukan oleh setiap perguruan tinggi di Indonesia,” tegasnya.


Perguruan Tinggi selayaknya bisa melahirkan generasi muda atau orang terpelajar yang memiliki semangat tinggi, pemikiran yang kratif, mandiri, inovatif agar dapat membangun bangsa diberbagai sektor sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.”Inti dari Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 3 poin yaitu: Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat,” terangnya.

Kemudian, iklim intelektual menjadi tolok ukur dalam melihat terbentuk atau tidaknya suatu wacana disebuah wilayah kekuasaan tertentu.”Wacana dapat berfungsi dengan baik apabila posisinya dimanfaatkan sebagai poros perubahan, atau katakanlah, pertimbangan politik dalam menentukan kebijakan oleh pemerintah. Dalam proses kerja seperti inilah, para sosok intelektual wajib muncul dibarisan terdepan sebagai penyelamat bangsa,” tandas Lasmawan seraya menegaskan sebagai pendukung masyarakat demokratis, kampus memiliki tanggujawab memperkuat simpul NKRI yang dikenal sebagai Nusantara dengan keragaman budaya, ras, suku, dan agama. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here