
Paska temuan minyak di lahan milik warga di Desa Manggis, pihak terus melakukan mitigasi
KARANGASEM – Pihak Pertamina selaku pengelola depo di Desa Manggis, Karangasem tetap kekeh belum mengakui temuan minyak di lahan warga setempat akibat pipa depo bocor. Tapi Pertamina melarang warga menambang minyak meski di lahan milik warga.
Pihak Pertamina mengaku sampai saat ini masih melakukan mitigasi, namun pihak depo sudah mengambil langkah dengan mengosongkan tanki minyak mereka yang berkapasitas 10 juta liter.
Tanki yang dikosongkan ini didalamnya berisi minyak jenis premium sebanyak 2/3 dari kapasitas total 10 juta liter yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi temuan rembesan minyak tersebut.
Manejer Integrited Terminal Manggis Bambang Soeprijano mengatakan saat ini kawasan yang digali warga sudah disterilkan dan warga dilarang untuk masuk ke kawasan tersebut. Pihaknya juga menghimbau agar pemilik lahan lokasi galian lubang yakni Wawan Danu Sartika yang akrab di panggil Wawan Gobel untuk menutup areal tersebut agar tidak ada lagi warga yang mencari minyak di kawasan tersebut karena dinilai berbahaya, karena rawan terjadi ledakan dan kebakaran.
” Ini sangat berbahaya kalau lokasinya tidak disterilkan,” kata Bambang Soeprijano.
Pihak depo Pertamina Manggis sudah melakukan pertemuan dengan warga serta pemilik lahan beberapa waktu lalu di Balai Banjar Labuan, Antiga, Manggis untuk memberikan edukasi kepada warga dan melarang warga untuk masuk kawasan temuan rembesan minyak yang dilaporkan warga sejak 23 Agustus lalu.
“Saat ini kawasan tersebut sudah dipasang police line dan warga tidak boleh masuk,” ujarnya.
Meski faktanya warga menemukan air yang terkandung minyak yang diduga merupakan campuran dari Premium, Pertalite dan Pertamax, Bambang belum mengakui adanya kebocoran dari tanki Pertamina, karena pihaknya belum menemukan adanya kebocoran tersebut.
Dijelaskan Bambang selama ini pihak depo sudah melakukan perawatan dan pemeliharaan semua fasilitas depo dengan baik dan sesuai ketentuan. Pihak depo juga telah memonitor kondisi tangki namun tidak ada penurunan level sehingga untuk kebobocoran kecil kemungkinan terjadi. Hanya saja yang menjadi teka teki dari mana sumber rembesan Minyak tersebut pihak Depo juga belum berani memastikan.
Sementara pengosongan Tangki sendiri membutuhkan waktu satu minggu, saat dikosongkan tangki berada pada posisi 2/3 dari kapasitas tangki. Pengosongan ini terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran. Kondisi ini membuat cadangan Premium di Depo berkurang, karena saat ini tinggal cadangan dua tangki lagi. Pembersihan dan pengecekan kondisi tangki termasuk bagian bawah tangki dan samping juga sudah dilakukan.
Pihak depo juga membuat sumur penampung sedalam 4 meter dan lebar 10 meter di dalam depo agar mengurangi merembes ke tanah warga.
“Memang ada dugaan perembesan, hanya saja tangki yang mana saja yang merembes ini belum bisa dipastikan,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, I Gede Yudiantara, menyarankan agar warga dilarang ke areal tersebut untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. “Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” tandas Yudiantara, Selasa (22/9/2020). (ami)








