
BULELENG – Kasus terkonfirmasi atau positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng masih terus bertambah secara fluktuatif. Sesuai laporan dari Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, ada penambahan 12 kasus terkonfirmasi dan 1 kasus meninggal dunia. Sementara pasien sembuh atau sudah tidak menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19 sebanyak 7 orang.
“Satu kasus meninggal dunia berasal dari Kecamatan Sawan, sementara 12 kasus terkonfirmasi berasal dari Kecamatan Buleleng, Kubutambahan, Banjar, Seririt dan Sukasada,” ungkap Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Ketut Suweca, Senin (21/9/2020) saat menggeber penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.
Suweca yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng ini memaparkan, sesuai laporan dari Tim Medis GTPP Covid-19 Buleleng, warga dari Kecamatan Sawan, laki-laki berumur 44 tahun, meninggal dunia Sabtu (19/9/2020). “Karena test swab belum keluar sehingga dicatat sebagai kasus probable,” jelasnya.
Pasien rujukan RSU Kerta Usada yang diterima IGD RSUD pada Senin (14/9/2020) dengan keluhan penurunan kesadaran yang diawali nyeri kepala, mual, muntah, batuk dan sesak nafas tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 setelah kemarin, hasil test swabnya diterima dan menunjukkan positif. “Meninggal dunia dengan komorbid, HT (hipertensi) tidak terkontrol dan stroke hemoragik,” jelasnya.
Selain kasus meninggal dunia, kata Suweca, Tim Medis GTPP juga melaporkan pasien sembuh atau sudah tidak menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19 sebanyak 7 orang berasal dari Kecamatan Buleleng sebanyak 2 orang, Busungbiu 1 orang, Banjar 1 orang, Sukasada 2 orang, Sawan 2 orang dan Buleleng 1 orang. Sementara kasus konfirmasi bertambah 12 orang, berasal dari Kecamatan Kubutambahan 3 orang, Banjar 3 orang, Busungbiu 1 orang, Sukasada 2 orang, Buleleng 1 orang dan Sawan 2 orang.”Jumlah kasus konfirmasi dalam perawatan sebanyak 35 orang, dengan rincian 11 orang dirawat di RSUD, 2 orang di RS Balimed Singaraja, 4 orang di RS KDH, 7 orang di RS Kerta Usada, 5 orang di RS Santhi Graha dan 6 orang isolasi mandiri,” terangnya.(kar)








