Jalankan Instruksi Giri Prasta, Badung Tetap Tidak Kenakan Denda

0
314
Warga yang tdak memakai masker diberikan hukuman kerja sosial.

MANGUPURA – Meski Gubernur Wayan Koster menyatakan seluruh Bupati dan Walikota se-Bali sudah sepakat mengenakan denda Rp 100 ribu bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker, namun faktanya Badung tetap tidak memberlakukan sanksi denda. Sejak instruksi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta tanggal 9 September 2020 yang melarang pengenaan denda, tim yustisi hanya memberikan peringatan dan sanksi kerja sosial.

Tim gabungan yang terdiri dari Sat Pol PP, TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Gugus Tugas Covid-19 tingkat kecamatan, melaksanakan operasi setiap hari dienam kecamatan yang ada di Kabupaten Badung. Kasat Pol PP  Badung IGK Suryanegara menjelaskan, ada empat hal yang menjadi sasaran operasi berkaitan dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Yaitu, pertama masyarakat yang tidak memakai masker, kedua masyarakat tidak memakai masker dengan benar, ketiga tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan dan keempat fasilitas umum yang belum mematuhi protokol kesehatan.

“Pelanggaran terbanyak masyarakat tidak memakai masker, selanjutnya masyarakat tidak memakai masker dengan benar. Kalau untuk tempat usaha hanya sedikit yang melanggar protokol kesehatan. Seperti operasi hari ini (kemarin,red) hanya satu tempat usaha di Petang yang ditemukan melanggar,”ungkap Suryanegara saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020). Soal sanksi, Suryanegara menegaskan dasar pelaksanaan operasi adalah Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 52 tahun 2020, lebih mengedepankan edukasi dari pada pengenaan denda.

“Sesuai intruksi pimpinan (bupati) tanggal 9 September 2020, kita mengedepankan edukasi. Bagi yang tidak memakai masker langsung kita berikan masker. Kita tidak mengenakan denda admisntratif, seperti hari ini kita berikan sanksi kerja sosial, berupa menyapu di kawasan Pasar Petang,”ujarnya. Ada lima orang yang mendapatkan sanksi kerja sosial menyapu di Pasar Petang. “Identitasnya kita catat, berikan masker, selanjutnya kita berikan arahan pentingnya disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Baru kemudian kita arahkan untuk melakukan kerja sosial,”paparnya.

Dari operasi yang dilaksanakan Senin (21/9/2020), total ada 66 pelanggaran, yaitu sebanyak 37 orang tidak memakai masker, 28 orang memakai masker tidak dengan benar, dan satu tempat usaha melanggar protokol kesehatan. (lit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here