
Ketut Suweca
BULELENG – Kasus terkonfirmasi atau positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng masih terus bertambah meski menunjukan tren penurunan. Sesuai laporan Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, ada penambahan 1 kasus konfirmasi, 1 kasus meninggal dunia dan 4 probable (meninggal dunia sebelum hasil test swab keluar). Sementara pasien sembuh atau sudah tidak terinfeksi Covid-19 sebanyak 17 orang.
”Satu kasus meninggal dunia berasal dari Kecamatan Banjar, sementara empat kasus probable berasal dari Kecamatan Buleleng, Sawan dan Sukasada,” ungkap Juru Bicara GTPP Covid-19 Buleleng, Ketut Suweca, Sabtu (19/9/2020) saat menggeber penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.
Suweca yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng ini memaparkan 1 kasus meninggal dunia tersebut, warga Kecamatan Banjar, seorang laki-laki berumur 29 tahun, meninggal dunia Jumat (18/9/2020) dengan kronologis, pasien datang ke IGD RSUD Kabupaten Buleleng pada Minggu (6/9/2020) dengan keluhan nyeri ulu hati,mual, muntah sejak seminggu sebelumnya, batuk dan demam. “Berdasarkan diagnose klinis dan hasil test swab positif, dokter penanggungjawab pasien (DPJP) menyatakan pasien meninggal akibat terinfeksi Covid-19 dengan Komorbid (penyakit penyerta) diabetis militus, B24 (virus HIV,red) dan CKD (Chronic Kidney Disease/gagal ginjal,red),” jelasnya.
Selain kasus meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19, Tim Medis GTPP melaporkan 4 kasus probable dari Kecamatan Buleleng sebanyak 2 orang, Sawan 1 orang dan Sukasada 1 orang.Sementara jumlah pasien sembuh sebanyak 17 orang, berasal dari Kecamatan Buleleng 10 orang, Sawan 2 orang, Tejakula 1 orang, Seririt 3 orang dan Kecamatan Gerokgak 1 orang.”Kasus konfirmasi, terdapat penambahan sebanyak satu orang, berasal dari Kecamatan Buleleng,” ungkapnya. Kasus konfirmasi dalam perawatan sebanyak 45 orang, dengan rincian RSUD Buleleng sebanyak 8 orang, RS Balimed 1 orang, RS Karya Dharma Usada 1 orang, RS Kerta Usada 7 orang, RS Shanti Graha 2 orang dan RSJ Bangli 1 orang.”Sebanyak 25 orang isolasi mandiri,” imbuhnya. (kar)








