Pemkab Tabanan Keluarkan SE Terkait Pelaksanaan Upacara Panca Yadnya

0
71
SE soal penanganan penyebaran Covid dikaitkan de ngan pelaksanaan Upacara Panca Yadnya

 


TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kebudayaan  mengeluarkan Surat Edaran (SE) Perihal Penyebaran Pandemi Covid-19 kepada Bendesa Madya, Bendesa Alit dan kepada seluruh Bendesa Adat se-Tabanan terkait  SOP pelaksanaan upacara Panca Yadnya.  Mengingat penyebaran Covid-19 di Tabanan sudah berubah menjadi zona merah, khusus pada pelaksanaan upacara Panca Yadnya diminta kegiatannya dibatasi. Bahkan satgas gotong royong yang ada di setiap desa adat diminta digerakkan kembali.  Dalam Surat Edaran yang ditandatangani Sekda I Gede Susila  ini sudah disebar kepada seluruh Bendesa Adat se-Tabanan via WhatsApp.

Ada tiga poin yang ditekankan dalam SE yang dibuat tanggal 10 September 2020. Point pertama, Pelaksanaan Upacara Yadnya dalam kondisi di Tabanan hendaknya kembali disesuaikan dengan kondisi pelaksanaan upacara seperti awal menghadapi pandemi, meliputi pelaksanaan upacara dilaksanakan dengan cara sederhana, dan dengan jumlah peserta yang terbatas (hanya dilakukan oleh prajuru, sutri, dan pemangku). Umat Hindu ngaturang bhakti di merajan masing-masing.

Tidak menggelar arak-arakan, tetabuhan, atau pagelaran seni yang menimbulkan kerumunan massa, membatasi krama yang hadir dalam pelaksanaan upacara, dan menerapkan dengan ketat pelaksanaan protocol kesehatan Covid-19 dalam pelaksanaan Panca Yadnya, seperti yang diatur dalam pararem Desa Adat tentang Pengaturan Pencegahan dan Pengendalian Gering Agung  Covid-19 di wewidangan Desa Adat.

Poin 2, Khusus untuk kegiatan nyiratang wangsuhpada sebagai suatu hal yang krusial dalam penyebaran virus, maka sebaiknya menggunakan alat penyiratan (tidak memakai bunga yang berakibat tangan tercelup ke tirta) dan pemberian bija menggunakan sendok.  Point 3, pemedek saat nunas wangsuhpada, agar dipastikan tanganya bersih atau sudah cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum memasuki area upacara.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji menegaskan SE kembali disebar khususnya ke seluruh Bendesa Adat se-Tabanan untuk mengingatkan kembali agar masyarakat waspada terhadap penyebaran Covid-19. Jangan sampai seluruh masyarakat lengah meskipun sudah memasuki Tatanan Era Baru . “SE ini meminta kepada masyarakat kembali waspada seperti diawal kita menghadapi pandemi. Begitu intinya,” tegas Supanji, Minggu (13/9/2020).

Menurutnya diawal menghadapi pandemi, masyarakat bisa jaga jarak, menghindari kerumunan ketika ada upacara Panca Yadnya sehingga penyebaran Covid-19 melandai. Untuk itu karena Pandemi Covid-19 meningkat bahkan status Tabanan sudah menjadi Zona Merah maka perubahan perilaku seperti awal menghadapi pandemi lebih semangat dilakukan.  

Supanji juga menyampaikan, tujuan SE untuk mengingatkan kembali agar Satgas Gotong Royong yang ada di Desa Adat dan di Desa Dinas kembali digerakkan. Termasuk penegakan pararem  yang sudah terdapat  di masing-masing Desa Adat. “Sekarang kan sudah tidak aktif, nanti kami minta satgas gotong royong kembali diaktifkan,” ajak Supanji. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here