Tambah 28 Kasus Positif, 2 Probable Naik Status Jadi Positif

0
115


Gede Suyasa

BULELENG – Kasus terkonfirmasi atau positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng masih terus bertambah secara fluktustif. Sesuai laporan dari Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, ada penambahan 28 kasus konfirmasi dan 2 kasus konfirmasi meninggal dunia. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh atau sudah tidak terinfeksi Covid-19 dilaporkan sebanyak 27 orang.

”Penambahan dua kasus meninggal dunia ini, awalnya berstatus probable. Setelah hasil test swab keluar, menunjukkan konfirmasi atau positif Covid-19, maka statusnya menjadi kasus meninggal akibat Covid-19,” ungkap Sekretaris GTPP Covid-19, Gede Suyasa, Jumat (11/9/2020) usai memimpin rapat TAPD Pemkab Buleleng.


Suyasa yang juda Sekda Buleleng ini menandaskan penetapan status meninggal dunia akibat Covid-19 ini di putuskan bersama oleh Tim Medis GTPP Covid-19 dengan GTPP Covid-19, salah satunya berdasarkan hasil test swab dan diagnose klinis dari dokter penanggungjawab pasein (DPJP).”Dua kasus meninggal dunia tersebut berasal dari Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Tejakula, dengan komorbit seperti pneumonia dan diabetes. Meninggalnya akhir Bulan Agustus lalu dan hasil test swabnya baru keluar kemarin, terkonfirmasi sehingga pengambilan keputusan dilakukan secara bersama-sama oleh Tim Medis GTPP Covid-19 Buleleng dan GTPP Covid-19 Provinsi Bali,” tandas Suyasa sembari berharap bantuan mesin PCR segara terealisasi.

BACA JUGA:   Update Covid-19 di Wilayah Kodam IX/Udayana,  Bali Catat Kasus Positif Tertinggi


Pasien dinyatakan sembuh, dilaporkan sebanyak 27 orang berasal dari Kecamatan Buleleng sebanyak 12 orang, Sawan 2 orang, Banjar 6 orang, Sukasada 6 orang dan Seririt sebanyak 1 orang. Sementara penambahan kasusn konfirmasi sebanyak 28 orang, berasal dari Kecamatan Sawan 7 orang, Seririt 4 orang, Buleleng 12 orang serta Gerokgak, Kubutambahan, Tejakula, Banjar dan Sukasada masing-masing 1 orang.”Kasus konfirmasi tersebut, merupakan hasil tracing dari kasus konfirmasi sebelumnya.”tandas Suyasa yang tidak menampik isolasi mandiri sejak Rabu (9/9/2020) yang dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng, I Putu Gede Astawa di Rumah Jabatan (Rujab), atas inisiatif sendiri karena keluhan penyakit infeksi perut dan badan lemas.

BACA JUGA:   Nelayan Temukan Mayat Mengapung di Pantai Kedonganan


Terkait data penanganan Pandemi Covid-19 sampai dengan Jumat (11/9/2020), Suyasa memaparkan jumlah akumulasi Kasus Konfirmasi sebanyak 702 orang, dengan rincian 584 dinyatakan sembuh, 14 meninggal dunia, 102 menjalani isolasi, 1 dirujuk ke Denpasar dan 1 dirujuk ke RSJ Bangli. Kasus Suspek sebanyak 820 orang, dengan rincian sebanyak 373 Suspek Konfirmasi, 345 Discarded, 82 masih dipantau dan 20 Kasus Probable. Akumulasi Kontak Erat sebanyak 5.388 orang, dengan rincian sebanyak 246 orang Kontak Erat Konfirmasi, 4.367 orang Discarded dan 585 Karantina Mandiri. ”Jumlah Kasus Kontak Erat menjadi Suspek sebanyak 190 orang dan Kasus Konfirmasi Non Suspek atau Kontak Erat sebanyak 83 orang,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + eighteen =