Rp 274 M Dana Refocusing Covid-19 di Badung, Ini Realisasinya

0
904
Pelaksanaan rapid test menjadi salah satu kegiatan penanganan Covid-19 di Badung.

MANGUPURA – Melalui refocusing anggaran, Pemkab Badung memasang anggaran sebesar Rp 274.919.457.818,83, untuk penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Badung. Banyak pertanyaan kemana larinya anggaran tersebut, apakah sudah terealisasi?  Untuk apa saja?

Ada tiga kegiatan utama dalam penangan Covid-19 dengan menggunakan dana refocusing. Yaitu, belanja bidang kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi.  Untuk belanja bidang kesehatan sebesar Rp 131.893.746.658,68  hingga saat ini terealisasi sebesar Rp 99.729.470.524,77 (75,61%). Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. Nyoman Gunarta, yang dikonfirmasi Jumat (11/9/2020) menjelaskan, ada sejumlah kegiatan dengan penyerapan anggaran yang cukup besar seperti belanja bahan penunjang medis, pada RKA I sebesar Rp 9.228.231.679, pada RKA II terealisasi sebesar Rp 15.555.248.369. Ada juga kegiatan belanja kedokteran umum, belanja sewa rumah karantina, dan kegiatan lainnya. 

Selanjutnya, kegitanan Penyediaan jaring pengamanan sosial dianggarkan sebesar Rp 126.095.711.160 terealisasi sebesar Rp 8.015.855.000 (6,36%). Kepala Dinas Sosial Kabuapten BadungI Ketut Sudarsana menjelaskan, anggaran jaring pengaman sosial sebenarnya dialokasikan untuk bantuan sembako seluruh warga Badung atau sebanyak 127.576 KK. Rencananya diberikan bantuan sembako senilai Rp 300 ribu per bulan, yang diberikan selama 3 bulan.  “Karena terbentur aturan, yaitu Badung belum berstatus PSBB sehingga tidak semua masyarakat mendapat bantuan. Jadi masyarakat yang paling terdampak yang bisa diberikan bantuan sembako melalui program jaring pengaman sosial,”jelas Sudarsana.

Penanganan dampak ekonomi dianggarkan sebesar Rp 16.930.000.000 terealisasi sebesar Rp 4.322.034.060 (25,53%). Ada dua kegiatan  utama yang diarahkan yaitu, di Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, kegiatan stimulus usaha kepada UMKM di obyek wisata terealisasi untuk 94 UMKM yang lolos verfikasi dari target sebanyak 930 UMKM. Masing-masing menerima sebesar masing-masing Rp 2.000.000, jadi total anggaran Rp 188.000.000.  Pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja berupa kegiatan Pemberian Bantuan Sosial Kepada Sektor Pariwisata dan Sektor Lainya terdampak Covid-19 dengan Pagu anggaran Rp 15.003.000.000, hingga minggu kedua bulan September 2020 terealisasi sebesar Rp 4.958.400.000 (33,09%). Data ini masih terus begerak.

Sementara itu, secara umum realisasi anggaran refocusing dalam rangka penanganan covid-19 hingga anggaran induk 2020, dari Pagu sebesar Rp 274.919.457.818,83 sudah terealisasi Rp 112.067.368.584,77 (40,76). Sisa anggaran yang belum terserap seperti anggaran jaring pengaman sosial menurut Kepala Badan Pengelolaan dan Aset Daerah Badung I Ketut Gede Suyasa sudah diarahkan untuk kegiatan-kegiatan prioritas, yang pengalokasiannya melalui APBD Perubahan tahun 2020. (lit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here