Zone Merah, Buleleng Segera Terima Mesin Lab PCR

0
106
Gubernur Bali Wayan Koster, percepat realisasi bantuan mesin Lab PCR untuk Buleleng

BULELENG – Adanya tren peningkatan kasus konfirmasi, kasus meninggal dunia serta kasus probable di Provinsi Bali umumnya dan khususnya di Kabupaten Buleleng, mendapatkan perhatian Gubernur Bali, Wayan Koster. Selain penambahan dana bantuan khusus penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19 sebesar Rp 50 Juta kepada desa adat, Gubenur Bali asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula ini juga bakal mempercepat realisasi bantuan mesin laboraturium Polymerase Chain Reaction (PCR) dari pemerintah pusat kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng.

“Dengan peningkatan kasus konfirmasi sehingga Bali menjadi Zone Merah, saya akan mempercepat realisasi bantuan mesin PCR untuk Kabupaten Buleleng,” tandas Gubernur Bali, Wayan Koster, Kamis (10/9/2020) siang pada acara tatap muka serangkaian peletakan batu pertama pembangunan gedung MDA Buleleng di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja.

Keberadaan mesin laboraturium PCR ini, kata Koster, sangat dibutuhkan dalam penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng. Selain mampu mendeteksi material genetik virus corona (Covid-19) lebih akurat, keberadaan mesin PCR di Kabupaten Buleleng ini juga sangat diperlukan untuk bisa mempercepat pelayanan pasien mendapatkan hasil test swab. “Tidak harus menunggu dari Denpasar lagi, dengan adanya PCR ini hasil test swab bisa lebih cepat diketahui dan penanganan pasien dapat dilakukan lebih maksimal,” tegasnya.

Koster yang mengapresiasi pola penanganan Pademi Covid-19 yang telah dilakukan Pemkab Buleleng melalui GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng juga berharap, keberadaan masin laboraturium PCR dapat mempercepat upaya pencegahan, penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19 yang telah dilakukan selama ini. “Dengan adanya kesiapan tempat dan tenaga yang dibutuhkan, saya berharap bisa segera terealisasi,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa. Mantan Asisten II Setda Kabupaten Buleleng ini mengungkapkan, salah satu penyebab belum maksimalnya penanganan terhadap kasus konfirmasi adalah keterlambatan Tim Medis GTPP Covid-19 menerima hasil test swab. “Karena terpusat di Denpasar, hasil test swab kasus konfirmasi bisa kita terima dua hari kemudian, bahkan bisa seminggu lebih,” tandasnya.

Selain berpengaruh pada upaya pencegahan, dalam hal ini melakukan tracing terhadap kontak erat kasus konfirmasi, keterlambatan keluarnya hasil test swab juga menimbulkan persoalan pada penentuan status kasus meninggal dunia maupun probable.”Dengan adanya bantuan mesin PCR ini, kami berharap pencegahan, penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng yang saat ini mengalami peningkatan dapat dilaksanakan lebih maksimal,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here