Letakkan Batu Pertama MDA Buleleng, Ini Pesan Gubernur Bali

0
60
Gubernur Bali Wayan Koster, didampingi Bendesa Agung MDA Bali dan Bupati Buleleng, saat Peletakan batu pertama Gedung MDA Buleleng

BULELENG – Pelaksanaan ritual upacara peletakan batu pertama (nasarin) pembangunan gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Buleleng di Jalan Ratna Singaraja, tidak hanya dimanfaatkan Gubernur Bali Wayan Koster untuk menekankan pentingnya keberadaan gedung untuk sekretariat bagi lembaga adat ini. Selain untuk tempat penguatan organisasi, sehingga dapat berkoordinasi antar prajuru maupun lembaga dibawahnya, gedung untuk sekretariat ini juga diharapkan mampu meningkatkan eksistensi lembaga dalam pelayanan dan pembinaan krama.

“Dengan pemenuhan sarana prasarana ini, MDA Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Bali diharapkan dapat lebih eksis dalam persaingan global, terutama menjaga adat budaya Bali sehingga tidak terkontaminasi ajaran atau nilai-nilai budaya luar yang dapat merusak tatanan kehidupan yang ada di Bali,” tandas Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (10/9/2020) pada tatap muka serangkaian upacara peletakan batu pertama Gedung MDA Buleleng di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja.

Selain tugas pokok serta fungsi (tupksi) MDA, pada acara tatap muka yang dihadiri Bendesa Agung MDA Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra, dan Sekda Buleleng Gede Suyasa tersebut, Gubernur Koster juga menegaskan komitmen untuk menambah bantuan kepada desa adat se-Bali sebesar Rp 50 Juta.

“Bantuan kepada desa adat selama ini sebesar Rp 300 juta, maka pada Perubahan APBD Bali Tahun 2020 ini saya tambah Rp 50 Juta, khusus untuk penanganan Pandemi Covid-19 dimasing-masing wilayah desa adat,” tegasnya.

Peranan dari desa adat bersama dengan instansi terkait, termasuk TNI/Polri melalui Satgas Covid-19, sangat dirasakan manfaatnya dalam upaya mencegah dan penanggulangan Pandemi Covid-19 di Bali.”Karena saat ini penyebaran Covid-19 di Provinsi Bali kembali meningkat, bahkan masuk Zone Merah, saya harapkan desa adat di Bali meningkatkan peranan Satgas Covid-19 dalam upaya mencegah dan pengendalian Pandemi Covid-19 di Bali,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here