Keresahan Warga Desa Gesing Disikapi Serius Walubi Buleleng

0
286


BULELENG – Adanya keresahan warga masyarakat yang dipicu kegiatan rohani dan pembangunan Tempat Meditasi Agama Buddha di Banjar Dinas Waru Desa Gesing Kecamatan Banjar disikapi serius oleh Perwakilan Umat Budha Indonesia (WALUBI) Kabupaten Buleleng. Sebagai lembaga pengawom Umat Buddha, WALUBI  Buleleng bersama dengan petugas dari Departemen Agama (Depag) Kabupaten Buleleng langsung melakukan investigasi.


“Investigasi kami lakukan untuk menggali informasi maupun aspirasi, sekaligus meminta klarifikasi   dari pihak terkait, sehingga persoalan yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah,” tandas Ketua WALUBI Buleleng, Wiharta Harijana, Minggu (23/8/2020) sore usai melakukan investigasi sekaligus bertemu dengan sejumlah tokoh desa setempat untuk meminta saran dan masukan.


Dari hasil investigasi yang dilakukan, kata Wiharta, keresahan warga masyarakat Desa Gesing, khususnya di sekitar areal pembangunan tempat meditasi, terjadi karena kurangnya komunikasi dan sosialisasi. “Pada intinya, warga meminta suatu transparansi, keterbukaan, sehingga menjadi komunikasi yang baik, sehingga mereka tahu fungsi dari bangunan tersebut apa. Yang tentunya, mudah-mudahan bisa membuat hal yang berguna bagi warga masyarakat Bali dan khususnya warga masyarakat Desa Gesing,” tandasnya. 


Wiharta menambahkan, sampai saat ini pembangunan Pasraman Ekayana Mangga Hermitage belum mengantongi Ijin Membangun Bangunan (IMB). “Namun demikian, berdasarkan informasi dari Prebekel dan Bendesa Adat Gesing, dari pihak yayasan sudah berkontribusi berupa perbaikan jalan berupa dua kilometer,” ungkapnya.


Wiharta menegaskan, berdasarkan informasi serta saran masukan Tokoh Masyarakat Desa Gesing Made Budi Hartawan, Kepala Desa/Prebekel Desa Gesing, Bendesa Adat serta pihak yayasan  Ekayana Magga Hermitage, semua pihak pada intinya memiliki itikad baik. “Kesimpulan saya, hal ini bisa terselesaikan dengan baik, dengan musyawarah, yang kita sudah sepakati dengan Pak Budi, Kepala Desa, Bendesa Adat dan Yayasan untuk menyelesaikan dengan baik persoalan ini, melalui musyawarah pada tanggal 29 Agustus nanti,” tandas Wiharta. 


Dia berharap musyawarah yang melibatkan semua pihak termasuk departemen agama dapat menyelesaikan persoalan dengan transparan dan tuntas. Kehadiran dari pihak yayasan sangat diharapkan pada pertermuan yang dimediasi WALUBI Buleleng.  “Sehingga penyelesaian persaoalan bisa clear dan transparan,” tegasnya.


Sebelumnya, karena dinilai meresahkan, warga masyarakat di Desa Gesing Kecamatan Banjar sorot kegiatan rohani yang dilakukan Umat Budha dari sejumlah negara di Hutan Desa Gesing. Selain tidak diketahui aparat desa dinas, kegiatan rohani dan pembangunan tempat meditasi aliran budha oleh Yayasan Ekayana Mangga Hermitage di Banjar Dinas Waru Desa Gesing Kecamatan Banjar juga tidak diketahui  Bendesa Adat dan Perbekel Desa Gesing. Tidak adanya surat pemberitahuan atau permakluman kepada aparat desa dinas dan desa adat/pakraman, tak pelak membuat warga masyarakat menjadi resah. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here