Bupati Eka Tinjau Pelaksanaan Prokes Pasar Pesiapan

0
56
TINJAU PASAR : Bupati bersama Ketua DPRD meninjau pelaksanaan protokol kesehatan di Pasar Pesiapan

TABANAN  – Semakin meningkatnya kasus transmisi lokal Covid-19  menjadi perhatian serius Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.   Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, bersama Ketua DPRD I Made Dirga , Sekda I gede Susila, para Asisten dan beberapa OPD terkait di lingkungan  Pemkab Tabanan, meninjau Pasar Pesiapan. Hal ini dilakukan Bupati Eka, untuk melihat secara langsung kesiapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Pesiapan.

Meskipun kebijakan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru di Bali, begitupun di Tabanan sudah diterapkan mulai sejak t 9 Juli 2020 lalu, Bupati Eka masih enggan untuk membebaskan jam operasional, khususnya pasar-pasar tradisional di Tabanan. Menurutnya, dengan masih membatasi jam operasional pasar-pasar tradisional di Tabanan merupakan salah satu upaya untuk mencegah meluasnya transmisi lokal akibat pandemic Covid-19 di Tabanan. Mengingat, klaster baru penyebaran Covid-19 sangat rentan terjadi di pasar-pasar tradisional. “Walupun new normal, kita juga harus bisa menerapkan protap kesehatan dengan baik, Terus kami juga tidak membuka terlalu lebar. Jadi masih kita tetap batasi walaupun kita sudah longgarkan jam operasionalnya,” jelas Bupati Eka.

Bupati Eka menjelaskan, untuk saat ini belum ada satupun pasar tradisional di Tabanan yang buka secara normal seperti jam-jam biasanya, meskipun itu sangat luas efeknya bagi perekonomian masyarakat. Namun, jam operasional sudah sedikit dilonggarkan pada masa new normal ini. “Karena ada kasus transmisi lokal, jadi setiap hari nambah. Untuk itu, kami juga tidak mau nanti tim kesehatan, tim medis kewalahan juga menangani itu. Apapun itu, kita harus bisa tetap menjaga kedisiplinan masyarakat, karena masyarakat masih beradaptasi dengan adanya covid ini. Mudah-mudahan kedepannya kita harapkan bisa kembali normal,” ujarnya.

Saat itu, Bupati Eka juga menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan pedagang di Komplek Pasar Pesiapan agar lebih memperhatikan drainase, penataan komplek pertokoan, penataan kebun dan pengolahan sampahnya, disamping menerapkan protap kesehatan Covid-19 dengan baik.

Pihak Pemkab Tabanan juga dikatakannya akan selalu berupaya menangani hal tersebut. “Kami mulai tata dulu. Jadi kami persiapkan perencanaanya dulu dan selanjutnya juga tentunya kepemilikan aset juga sudah kami ajukan ke Provinnsi, untuk bisa diserahkan ke Kabupaten. Sehingga kedepan juga bisa digunakan untuk pasar senggol malemnya,” imbuh Bupati Eka.

Sementara itu Kepala Disperindag Tabanan I Gusti Nyoman Arya Wardana mengatakan, untuk operasional pasar tradisional sejauh ini masih menerapkan SE Bupati Tabanan yang berlaku sebelumnya. Terkait dengan adanya sejumlah oknum pedagang yang melanggar SE tersebut, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada pimpinan daerah (Bupati) memgingat situasi memang ada pasar pagi. “Kami juga berkoordinasi dengan Satpol PP Tabanan karena mereka yang memiliki kewenangan untuk menertibkan para pedagang yang dianggap melanggar, namun sebenarnya karena ekonomi saat ini yang sedikit lesu memang membuat sejumlah pedagang nekat untuk kebutuhan sehari hari mereka, dan memang untuk kasus ini agak sulit,”ucapnya.

Meski demikian pihaknya selaku leading sektor hanya bisa terus memberikan pembinaan dan himbauan pada para pedagang untuk sementara ini mengikuti aturan yang telah dibuat oleh pemerintah daerah. Mengingat semua ini memang untuk kebaikan bersama senagai upaya penanganan dam pencegahan penyebaran virus Covid-19 lebih meluas lagi. Apalagi Kabupaten Tabanan belakangan ini terus mencatat adanya lonjakan kasus transmisi lokal, yang tentunya harus menjadi perhatian semua pihak.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here