Seririt-Gerokgak Melandai, 7 Kecamatan Masih Terpapar Covid-19

0
4757
Penguburan jenasah pasien probable Covid-19 (dok)

BULELENG – Sejak mewabah awal Maret 2020, tren penyebaran Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng terjadi sangat dinamis. Sesuai data penanganan kasus konfirmasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng pertanggal 13 Agustus 2020, penyebaran Covid-19 sudah tidak terjadi atau menunjukkan angka nol pada 2 dari 9 Kecamatan di Kabupaten Buleleng yakni Seririt dan Gerokgak.

“Sementara pada 7 kecamatan lainnya, termasuk Kecamatan Tejakula yang sempat melakukan karantina desa masih tetap terjadi dan patut diwaspadai,” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa saat dikonfirmasi Jumat (14/8/2020) usai apel peringatan HUT Ke-62 Provinsi Bali yang dirangkaikan dengan Hari Pramuka Ke-59 Tahun 2020.

Penyebaran Covid-19 di Kecamatan Seririt dan Gerokgak, kata Suyasa yang juga Sekda Buleleng, melandai sejak beberapa minggu terakhir.Meski sempat terjadi lonjakan jumlah pasien terkonfirmasi, di Kecamatan Seririt mencapai jumlah total 10 orang dan Kecamatan Gerokgak  sebanyak 19 orang. “Dengan upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng bersama elemen terkait, penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal di 2 kecamatan ini bisa tertangani dan astungkara melandai,” tandasnya.

Namun demikian, karakteristik masyarakat yang hiterogen, warga masyarakat tetap diharapkan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan tetap dilakukan. “Karena penerapan protokol kesehatan merupakan upaya adaptasi yang dapat dilakukan agar tidak terpapar Covid,19,” tandasnya.

Sementara pada 7 kecamatan lainnya, lanjut Suyasa penyebaran Covid-19 masih terjadi dengan intensitas beragam, dan jumlah penyebaran tertinggi pada Kecamatan Buleleng dengan total jumlah 87 kasus. “Dengan rincian 38 orang masih menjalani perawatan (isolasi,red) dan 49 otang dinyatakan sembuh atau sudah tidak terineksi Covid-19,” jelasnya.

Kemudian Kecamatan Tejakula yang sempat melaksanakan Karantina Desa Bondalem, dengan total jumlah 51 kasus, dengan rincian 4 orang masih dirawat dan 47 orang dinyatakan sembuh. Selain penyebaran Covid-19 dengan kuantitas tinggi pada dua kecamatan ini, GTPP Covid-19 juga menaruh perhatian terhadap penyebaran Covid-19 dengan fatalitas tinggi pada sejumlah wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng seperti Kecamatan Sukasada dan Sawan.

Meski secara kuantitas atau jumlah relatif kecil, penyebaran Covid-19 pada dua kecamaatan ini menimbulkan korban jiwa. Adanya korban jiwa akibat terinfeksi Covid-19, merupakan catatan Tim Medis GTPP Covid-19 Buleleng dalam upaya penanganan pasien dan mengurangi fatalitas yang terjadi. “Sesuai data Tim Medis GTPP Kabupaten Buleleng, penanganan kasus konfirmasi di Kecamatan Sukasada sebanyak 17 kasus dengan rincian 6 orang dalam perawatan, 10 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia. Sementara penanganan kasus konfirmasi di Kecamatan Sawan sebanyak 17 kasus dengan rincian 12 orang dalam perawatan, 5 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia,” tandas Suyasa sembari menegaskan pasien meninggal dunia akibat Covid-19, ditetapkan berdasarkan hasil diagnosa medis dokter penanggungjawab pasien (DPJP).

Penyebaran Covid-19 yang relatif kecil juga terjadi pada Kecamatan Kubutambahan dan Busungbiu. Meski relatif kecil, penanganan kasus konfirmasi di Kecamatan Kubutambahan sebanyak 8 kasus dengan rincian 4 masih dalam perawatan dan 4 orang dinyatakan sembuh, dan penanganan kasus konfirmasi di Kecamatan Busungbiu sebanyak 4 kasus dengan rincian 1 orang dirawat dan 3 orang dinyatakan sembuh, tetap mendapat perhatian Tim Medis GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng. “Penyebaran Covid-19 diseluruh kecamatan, tetap mendapat pemantauan GTPP Covid-19 Buleleng dan mendapat penanganan sesuai dengan protokol Covid-19 dari Tim Medis GTPP, termasuk kasus konfrimasi yang terjadi pada 47 dari 129 desa dan 15 dari 19 Kelurahan yang ada di Kabupaten Buleleng,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here