Selesaikan Konflik Sumber Air, Bupati Buleleng Bertemu Bupati Bangli

0
173

Bupati Agus Suradnyana bicara dengan Gubernur Koster soal konflik air.


BULELENG – Konflik warga masyarakat Desa Les dan Penuktukan Kecanatan Tejekula dengan warga Desa Batih Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, yang dipicu sumber mata air disikapi serius Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. Untuk selesaikan konflik agar tidak berlarut-larut, Bupati Buleleng sudah bertemu dengan Bupati Bangli, I Made Gianyar.”Kemarin, saya sudah bertemu dengan Bupati Bangli Bapak Made Gianyar untuk menyelesaikan persoalan air di Desa Les dan Desa Penuktukan,” tandas Bupati Suradnyana, Rabu (12/8/2020) disela-sela kegiatan Ground Breaking Pembangunan Bendungan Tamblang.


Pada pertemuan di Kintamani, kata Suradnyana, terjadi diskusi yang penuh rasa kekeluargaan dan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan sumber air sehingga tidak menjadi konflik berkepanjangan. “Dari diskusi itu disepakati pengembalian kewenangan penyelesaian sumber air ini, melalui perjanjian atau nota kesepahaman antar bupati. Bukan lagi desa adat dengan masyarakat,” tegasnya.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kerancuan penyelesaian persoalan masalah air tersebut. “Kalau antar bupati kan ada indikator teknis, ekonomi di dalamnya. Harus diselesaikan semua, kalau volumenya kurang baru kita tambah lagi,” ungkapnya.


Terkait tindak lanjut dari nota kesepahaman, mantan Anggota DPRD Provinsi Bali ini mengatakan sudah merapatkan seluruh instansi atau SKPD terkait untuk segera membuat kajian sesuai bidang masing-masing. “Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) diberikan tugas membuat kajian teknis dibantu PDAM. Dalam kajian teknis, terdapat kajian volume dan model. Sedangkan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) membuat kajian ekonomi dan budaya mengenai sesajen yang disiapkan,” tandas Bupati Suradnyana seraya menyebutkan semua kajian dikoordinir oleh Asisten Bidang Pemerintahan Setda Buleleng.


Bupati Suradnyana menambahkan, upaya penyelesaian konflik atau persoalan antara warga masyarakat yang dipicu sumber air ini mendapat apresiasi positif dari Bupati Bangli I Made Gianyar. Selain menyambut baik pertemuan dan diskusi, pengambilalihan kewenangan terkait pengelolaan sumber air oleh bupati dari masing-masing daerah juga dinuilai sangat tepat. “Bupati Bangli, pak Made Gianyar menyatakan pertemuan antar dua kepala daerah sangat tepat dan bagus, beliau minta agar nota kesepahaman dibuat lebih detail, sesuai kajian pejabat teknis masing-masing kabupaten,” tandas Suradnyana mengutip pernyataan Bupati Bangli.


Dikonfirmasi terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku prihatin dan mengapresiasi penyelesaian yang dilakukan. Selain berharap, Pembangunan Bendungan Tamblang dapat menjadi solusi krisis air, Koster juga berjanji akan memberikan bantuan Rp 20 M pada tahun 2021 untuk pengadaan instalasi SPAM Air Sanih. ”Persoalan air ini akan jadi prioritas saya, sehingga masyarakat di Wilayah Timur tidak mengeluh soal air saat di musim kemarau. Akan saya tuntaskan, saya akan diskusikan dengan Sekda Bali selaku Ketua TAPD Provinsi Bali, sehingga bisa dianggarkan Rp. 20 M di tahun 2021,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here