
BADUNG– Akhir Juli 2020, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) membuka kembali kawasan wisata Nusa Dua untuk wisatawan nusantara. Namun, kunjungan ke Pantai Nusa Dua masih dilarang.
Pantuan WARTA BALI, Rabu (5/8/2020), masyarakat yang masuk kawasan ITDC diperiksa security di gerbang utama. Petugas keamanan tidak melakukan pengecekan suhu tubuh dan hanya menanyakan tujuan. Bagi yang menunjukkan ID tertentu langsung diperkenankan masuk. Sebaliknya, ketika menyampaikan ingin ke pantai, tidak diizinkan dengan alasan area pantai belum dibuka untuk umum.
Salah seorang asal Kuta Selatan, Kadek Duwi Mertiana menceritakan, setelah pemerintah mengumumkan membuka kembali pariwisata di era new normal, ia mengajak keluarganya ke ITDC dan ingin menikmati suasana Pantai Nusa Dua. Namun, keinginannya tak kesampaian lantaran dilarang oleh security. “Katanya pantai masih tutup dan saya diminta untuk putar balik. Ya, saya langsung putar balik saja,” ucapnya.
Salah seorang tokoh di Kuta Selatan, Wayan Loka Astika yang dimintai tanggapannya terkait hal itu mengatakan, seharusnya area pantai sudah bisa dibuka kembali untuk umum. Menurutnya, kalaupun berkaitan dengan pencegahan penyebaran Covid-19, para pengunjung diwajibkan menjalankan protokol kesehatan. “Menurut saya, berwisata ke pantai justru bagus untuk imun tubuh. Jika itu memang tidak diperkenankan kaitan dengan pencegahan Covid-19, artinya di sana belum bisa disebut sudah new normal. Apalagi di sana itu kan bukan zona merah, jadi tentu pelarangan ke pantai akan menimbulkan tanda tanya. Kenapa harus diketatkan seperti itu? Apa bedanya dengan pantai-pantai lain? Seperti di Pantai Pandawa, yang bahkan dibuka oleh Pak Gubernur sendiri,” ujarnya sembari menegaskan bahwa pantai adalah area publik.
Dikonfirmasi terpisah, Public Relation Head The Nusa Dua – ITDC I Wayan Arnita yang dihubungi mengarahkan untuk menanyakannya langsung ke Managing Director The Nusa Dua – ITDC IGN Ardita. Sayangnya, Ardita belum memberikan jawaban. Ia tidak bersedia mengangkat telepon. Begitu juga konfirmasi via WhatsApp tidak dibalas. (adi)








