Pemohon Pengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Belum Ramai

0
87
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Parlindungan (kanan).

BADUNG – Meski Bali telah memasuki fase kedua tatanan kehidupan era baru, angka pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai masih rendah. Presentasenya tidak sampai 50 persen dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Parlindungan memperkirakan kondisi tersebut karena masyarakat masih enggan keluar rumah termasuk mengurus paspor ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. “Mungkin karena masih dalam situasi pandemi sehingga masih sedikit masyarakat yang datang mengurus paspor,” ungkapnya, Senin (3/8/2020).

Layanan Eazy Pasport yang lahir melalui Surat Edaran Direktorat Jenderal Imigrasi Nomor IMI-1060.GR.01.01 Tahun 2020, dipandang sebagai salah satu alternatif dalam menjawab keengganan masyarakat. Melalui program jemput bola itu, layanan paspor akan dilakukan di luar Kantor Imigrasi atau lokasi pemohon.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai  menjalankan layanan tersebut mulai akhir Juli 2020 di Kantor PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Region XI/Bali dan Nusa Tenggara dan berlanjut Senin (3/8/2020) di Badan Kepegawaian Nasional Kantor Regional X Denpasar. “Sesungguhnya masih ada beberapa yang sudah mengajukan permohonan layanan Eazy Pasport. Kami tentu akan segera menindaklanjutinya,” ujarnya.

Layanan yang bisa digunakan oleh perkantoran atau instansi (pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, ataupun swasta), institusi pendidikan (sekolah, pesantren, ataupun asrama), komunitas atau organisasi, serta kompleks perumahan ataupun apartemen.  “Jadi siapa saja bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan layanan ini. Termasuk komunitas adat di Bali, seperti desa adat ataupun banjar,” katanya sembari menyebutkan minimal kelompok pemohon 50 orang.

Kepala Seksi Informasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Putu Suhendra menimpali, pengurusan paspor di Kantor Imigrasi belum sebanyak kondisi normal termasuk dalam kaitannya dengan pelaksanaan program Layanan Paspor Simpatik, yakni program pemberian layanan paspor di hari Sabtu.  “Di hari Senin sampai Jumat, rata-rata hanya sekitar 25 sampai 30 orang. Padahal, kalau kondisi normal, bisa mencapai rata-rata 100 orang. Sementara di hari Sabtu kaitan dengan program Layanan Paspor Simpatik, dari kuota 30 orang yang kami sediakan, paling-paling digunakan oleh 4 orang saja,” bebernya.

Terkait layanan Eazy Pasport, Suhendra mengatakan,  dikhususkan hanya untuk pembuatan paspor baru dan penggantian karena habis masa berlaku. Dengan kata lain, bukan untuk penggantian paspor karena hilang ataupun rusak. “Untuk diketahui pula, syarat umum pengajuan paspor baru adalah asli dan copy KTP elektronik, Kartu Keluarga, serta akta lahir atau ijazah non gelar. Sedangkan untuk syarat penggantian paspor adalah asli dan copy KTP elektronik, paspor lama asli, serta copy paspor lama halaman biodata dan halaman tandatangan,” bebernya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here