Di Tengah Pandemi Covid-19, Karya Padudusan Pura Pusering Jagat Berlangsung Khidmat

0
410
KHIDMAT : Puncak karya padudusan di Pura Pusering Jagat, Pejeng, Gianyar.

GIANYAR – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap pelaksanaan karya padudusan di Pura Pusering Jagat, Pejeng, Gianyar. Pemedek yang tangkil pada puncak karya, Senin (3/8/2020) pagi, hanya dari krama Banjar Intaran. Kendati demikian, seluruh prosesi upacara dipuput Ida Pedanda Geriya Sanding Anyar itu berlangsung lancar dan khidmat.

Puncak karya dihadiri Kepala Biro Perkonomian dan Administrasi Pembangunan (Karo Ekbang) Setda Provinsi Bali Tjok. Bagus Pemayun beserta sejumlah pejabat lainnya. Mereka melaksanakan persembahyangan bersama seluruh pemedek dengan menjaga jarak duduk di antara tanda silang (X) di nataran pura.

Bendesa Adat Jero Kuta Pejeng Cokorda Putra Pemayun menjelaskan, ada beberapa ritual yang biasanya dilaksanakan setiap karya padudusan kali ini dilaksanakan secara ngubeng.  Namun, ritual mapekelem di Pelinggih Telaga Maya tetap dilaksanakan seusai puncak karya padudusan.

Pantauan di lapangan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya suasana saat puncak karya ini bisa dibilang agak lengang. Sepinya pemedek saat puncak karya ini dikarenakan prajuru telah mengatur jadwal maturan krama setiap banjar se-Jero Kuta Pejeng. Misalnya, krama Banjar Intaran maturan pada saat puncak karya ini, sedangkan krama Banjar Guliang maturan saat Umanis Karya (Selasa, 4 Agustus 2020). Pada pahing karya (Rabu 5 Agustus 2020) yang mendapat giliran maturan adalah krama Banjar Puseh. Sedangkan krama Banjar Pande maturan pada pon karya bersamaan ritual nyineb (Kamis, 6 Agustus 2020). ”Semua itu untuk mengurangi kerumunan warga sesuai protokol kesehatan,” ucap Cokorda Putra Pemayun.

Selama karya, Prajuru Desa Adat Jero Kuta Pejeng menugaskan  pecalang dan Satgas Covid-19 dibantu mahasiswa KKN Unud  berjaga di pemedal utara Pura Pusering Jagat. Begitu masuk, para pemedek langsung diperiksa suhu tubuhnya serta disarankan mencuci tangan di tempat yang tersedia. Penerapan protokol kesehatan tersebut memang sempat menyebabkan antrian pemedek, namun tidak berlangsung lama. Seluruh pemedek juga tampak taat menggunakan masker. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here