Ciptakan ‘Green Election’, KPU Bali Wacanakan Digitalisasi Pilkada

0
74
AUDIENSI : Pengurus SMSI Bali melakukan audiensi dengan KPU provinsi Bali

DENPASAR – Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang khususnya di Bali diperkirakan akan sepi dari Baliho. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mewacanakan Pilkada Bebas Baliho untuk menciptakan green election. Hal itu disampaikan Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, saat menerima audensi Pengurus Serikat Media Siber Indinesia (SMSI) Provinsi Bali di kantornya di Denpasar, Senin (27/7/2020).

Menurut Gung Lidartawan, adanya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik bisa jadi landasan wacana yang digaungkan KPU Bali. “Selain mengawal Pergub No. 97 Tahun 2018 kami juga ingin menciptakan Green Election, dan itu akan kami wujudkan mulai dari Pilkada Bali 2020 mendatang,” sebutnya

Ia juga berpendapat, langkah yang dilakukan KPU tidak lain sebagai bentuk kepedulian di tengah pandemi Covid-19. Dengan tidak adanya baliho yang bertebaran maka memudahkan petugas untuk tidak lagi menginvetarisir berapa baliho yang dipasang para calon. “Yang lebih penting lagi, kami menghindari konflik ataupun gesekan akibat baliho yang katanya dirobek ataupun dicabut,” tandasnya.

Lidartawan mengungkapkan, kedepan penggunaan platform digital akan lebih dikedepankan. Dia beralasan penggunaan platform digital akan memudahkan para kandidat dalam menyampaikan visi-misinya, bahkan penetapan calonpun akan dilakukan dengan menggunakan platform digital. “Tidak ada lagi euphoria calon datang bersama pendukungnya ke KPU, cukup dengan perwakilan saja yang lain silahkan menyaksikan dari platform digital yang akan disediakan KPU,” imbuhnya.

Disamping itu Lidartawan, juga mengisyaratkan akan menindaklanjuti yang disampaikan SMSI Provinsi Bali untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pilkada mendatang melalui pemberitaan di media Online anggota SMSI. Ia memandang kehadiran SMSI diharapkan bisa mendorong suksesnya Pilkada di Bali melalui kampanye Pilkada damai tanpa hoaks dan provokasi.

Ketua SMSI Provinsi Bali, Emmanuel Dewata Oja alias Edo yang didampingi Arief Wibisono (Sekretaris SMSI), Dewa Sastra Dinata (Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Verifikasi), Djoko Purnomo (Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Kelembagaan), Wahyu (Humas) serta pengurus lainnya menyambut baik langkah yang diwacanakan KPU Provinsi Bali dalam pilkada mendatang. “Kami mendukung langkah KPU menggunakan platform digital dalam pilkada mendatang, apalagi SMSI sebagai platform berita digital juga termasuk di dalamnya,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, secara gamblang Edo juga menjabarkan keberadaan SMSI kepada Lidartawan. Salah satunya di Bali media online yang saat ini tergabung sebanyak 25 media online. “Media-media ini yang telah terdaftar dan terverifikasi di Dewan Pers,” pungkas Edo. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here