Jenuh Pandemi Covid-19, Ratusan THL-DLH Ngadu Ke DPRD Buleleng

0
260

THL DLH mengadu ke dewan.


BULELENG – Kejenuhan ditengah ketidakpastian yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-29, mulai tak terbendung. Tidak hanya kalangan orang tua yang mulai khawatir terhadap pendidikan anak-anak meraka, Tenaga Harian Lepas pada Dinas Lingkungan Hidup (THL-DLH) Kabupaten Buleleng yang bertugas mengangkut sampah juga mulai tidak tahan kalau tidak mau disebut jenuh menghadapi situasi Pendemi Covid-19.

“Kami tenaga pengangkut sampah datang ke Gedung DPRD Buleleng untuk mengadukan berkurangnya pendapatan kami akibat adanya kebijakan pemotongan hari kerja selama hampir empat bulan,” tandas Gede Suardika selaku koordinator aksi, Jumat (24/7/2020) saat diterima Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan Sekwan Putu Dana di Lobby Gedung Rakyat DPRD Kabupaten Buleleng.


Mewakili tiga ratus pengangkut sampah, Suardika secara gamblang memaparkan kondisi perekonomian dari pengangkut sampah yang sering disanjung sebagai Pahlawan Adipura yang makin terpuruk dan nyaris tidak bisa bertahap dalam menghadapi Pandemi Covid-19. “Dengan kebijakan pemotongan 2 hari kerja dari 30 hari kerja biasanya, otomatis mengurangi penghasilan kami yang berstatus Tenaga Harian Lepas. Karena, dengan pemotongan 2 hari kerja atau libur, maka pendapatan perhari sebesar Rp. 75 ribu untuk sopir dan Rp. 45 ribu untuk tenaga pengangkut sampah tentu berkurang,“ tukasnya.

Dari biasanya. Rp. 2.225.000 /bulan untuk sopir dan Rp. 1.350.000,-/bulan untuk tenaga pengangkut, berkurang sebesar penghasilan 2 hari,” tandas Suardika seraya menyebutkan berkurangnya pendapatan berdampak pada perekonomian keluarga.


Selain berkurangnya pendapatan, kata Suardika, selama ini perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan THL-DLH yang berjumlah 600 orang lebih, juga masih minim. “Padahal, pekerjaan kami sehari-hari sangat beresiko, terutama pada masa Covid-19 ini. Meskipun tidak ada Covid-19, kami sebenarnya yang wajib pakai masker. Kenyataannya, DLH justru membagikan masker kepada pihak lain, sementara kami tidak ada perhatian,” ungkapnya.

Kebijakan inilah masih belum bisa diterima THL-DLH, yang selalu berharap selain jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan bagi para petugas kebersihan yang kerap disanjung sebagai Pahlawan Adipura/Kebersihan. “Kami berharap dewan mendengar keluhan yang sudah sempat kami sampaikan Bulan Mei lalu,” tandas Suardika dibenarkan THL lainnya.


Menyikapi aspirasi THL-DLH tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna mengaku prihatin dan mengapresiasi aspirasi yang disampaikan sebagai kondisi riil warga masyarakat yang harus mendapat perhatian dan disikapi pemerintah daerah. “Aspirasi yang disampaikan kami akomodir dan segera kita sikapi dengan memanggil pimpinan OPD terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, untuk didiskusikan guna mencari solusi terbaik,” tandas Supriatna yang langsung mengontak BPBD Kabupaten Buleleng untuk segera memberikan bantuan masker kepada petugas pengangkut sampah DLH Kabupaten Buleleng.

Selain mencari solusi dan memperjuangkan aspirasi THL-DLH, Supriatna juga meminta kepada perwakilan 300 pengangkut sampah untuk datang ke DPRD Buleleng, Senin (27/7/2020) untuk mengambil bantuan sembako.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here