
BADUNG – Salah seorang atlet putri Bali Maria Natalia Londa membutuhkan peningkatan lompatan hanya 35 centimeter saja untuk bisa tembus limit jarak minimum ke Olimpiade Tokyo yang gelarannya ditunda sampai batas waktu maksimal tahun depan. Hal itu diutarakan atlet atletik lompat jauh dan jangkit tersebut.
Maria Londa mengaku, di Olimpiade dirinya lebih fokus untuk turun di satu nomor saja yakni lompat jauh. Dan kekurangan limit jarak lompatan tersebut bakal dikejarnya pada even internasional Singapura Open tahun depan. “Informasinya memang tahun depan ada kejuaraan Singapura Open dan saya akan mengejar limit lompatan tersebut. Saya harus turun di even itu. Selama latihan memang secara detil saya masih berkutat di jarak lompatan terjauh saat ini yakni 6.47 meter sedangkan limit lolos Olimpiade minimum 6.82 meter, Makanya saya butuh lompatan lebih jauh lagi minimum 35 centimeter tersebut,” ujar Maria Londa saat dihubungi, Kamis (23/7/2020).
Tak dipungkirinya di Singapura Open nantinya dirinya bakaldihadapkan oleh rival dari Jepang dan Korea. Dua negara itu selalu menjadi pesaingnya di even-even internasional seperti sebelum-sebelumnya. Pada Olimpiade sebelumnya yakni di Brazil pada 2016 silam, Maria Londa bercokol diperingkat 26. “Guna persiapan menghadapi Singapura Open saya kini terus latihan meski jadwalnya tidak maksimal karena masih kondisi pandemi. Latihan masih sebatas menjaga kebugaran fisik saja. Sedangkan untuk latihan teknik masih belum bisa padahal latihan teknik sangat dibutuhkannya,” tutup Maria Londa. (ari)








