
TABANAN – Dalam dua hari terakhir tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif di Tabanan, sampai Rabu (22/7/2020). Bahkan ada kabar gembira, karena dua pasien dinyatakan sembuh. Dengan demikian masih ada 12 pasien yang menjalani perawatan di berbagai rumah sakit maupun lokasi isolasi lainnya.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan ketika dikonfirmasi mengaku bersyukur, dalam dua hari terkahir tidak ada lagi tambahan kasus baru terkonfirmasi positif. Pihaknya berharap kondisi ini terus berlanjut dan tidak ada lagi penambahan kasus. Apalagi ada dua pasien juga dinyatakan sembuh. Dua pasien sembuh tersebut seorang perempuan berusia 29 tahun asal Desa Penatahan Penebel dan seorang perempuan berusia 58 tahun asal Kediri yang sebelumnya dirawat di Denpasar. “Kabar gembiranya dua pasien sembuh dan tidak ada penambahan kasus baru terkonfirmasi positif,” ungkapnya.
Dengan adanya kesembuhan dua pasien ini, masih ada dua belas pasien yang sedang menjalani perawatan. Dengan demikian secara kumulatif ada 109 kasus terkonfirmasi positi. Dari jumlah tersebut, 95 orang dinyatakan sembuh, dua meninggal. “Mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan kasus baru,” harap Kadis Kominfo Tabanan ini.
Selain adanya dua pasien yang dinyatakan sembuh, ada 11 pekerja migran Indonesia (PMI) yang selama ini menjalani isolasi di Vila M sudah selesai menjkalani siolasi secara mandiri. Mereka juga dinyatakan sehat dan sudah diperbolehkan pulang. Di vila ini masih ada dua orang yang menjalani isolasi. Secara keseluruhan PMI yang masih menjalani siolasi termasuk isolasi mandiri sebanyak 170 orang. “Tadi juga ada sebelas PMI sudah selesai menjalani isolasi dan sudah diperbolehkan pulang,” ucapnya.
Sementara itu di tempat terpisah Ketua Harian GTPP Tabanan yang juga selaku Sekda Tabanan I Gede Susila saat dikonfirmasi mengenai rencana pembubaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo, mengaku pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Ia juga belum bisa menjelaskan mekanisme kedepan seperti apa, lantaran belum adanya petunjuk teknis dari pemerintah pusat. “Jadi strukturnya seperti apa, dan yang baru nanti seperti apa belum ada petunjuk, kami masih menunggu, karena kami juga baru melihat dari media secara formal belum kami terima,”ucapnya.
Sekda Susila melihat tugas dan kerja dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional hampir sama dengan gugus tugas sebelumnya, namun karena sekarang ini sudah mulai bergeser pada upaya ketahanan ekonomi sehingga menyesuaikan di lapangan. Informasinya sudah sampai ke daerah, hanya saja petunjuk serta secara formalnya kami belum menerima. “Saat ini untuk Gugus Tugas masih tetap bekerja sesuai dengan tupoksi sebelumnya, kalau sudah ada instruksi dari pusat tentu saja daerah tinggal menyesuaikan,” pungkasnya. (jon)








