
BULELENG – Kecamatan Gerokgak khususnya Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak mulai dirancang sebagai menjadi Kawasan Zona Ekonomi Terpadu (KZET) Bali Utara. Rancangan tersebut, merupakan salah satu implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali No 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Nomor 16 tahun 2009 mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali 2009-2029.
“Dengan Perda baru tersebut, Kawasan Celukan Bawang bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas pendukung KZET seperti pariwisata dan pertanian,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, Rabu (22/7/2020) usai mengikuti rapat koordinasi dengan Bupati Buleleng diruang kerjanya.
Usulan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana tersebut, kata Kadis Eka Putra, sudah dimasukkan dalam usulan review tata ruang Provinsi Bali. Bahkan, sudah masuk dalam Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2020. Dalam Perda tersebut, Celukan Bawang menjadi Zona Ekonomi Terpadu. “Sebelumnya, Celukan Bawang hanya digunakan sebagai kawasan industri, maka dengan review Perda tersebut potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara terpadu untuk pengembangan industri pariwisata maupun pertanian,” tandasnya.
Pada prinsipnya, kabupaten sifatnya hanya mengusulkan.Pemerintah Provinsi Bali mengakomodir usulan ke dalam Perda No 3 Tahun 2020. Sehingga kawasan strategis ini bisa multifungsi, ada pelabuhan, ada bongkar muat barang, pertanian dan pariwisata. “Semakin banyak yang bisa masuk di sana,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Selain mengapresiasi rancangan strategis sebagai upaya pengembangan potensi Kawasan Laut Celukan Bawang, Bupati Suradnyana juga meminta agar pengembangan potensi bisa menyerap dan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Buleleng. “Apa saja boleh masuk. Hotel juga boleh, didukung dengan persiapan penyediaan industri sehingga bisa menyerap tenaga kerja dan hasil pertanian di Kabupaten Buleleng,” tandasnya.
Karena Buleleng Barat juga dirancang untuk membangun industri yang berbasis pertanian. “Misalnya,pabrik pakan ternak dan wine. Jangan hanya terkungkung di Celukan Bawang dan terkooptasi dengan industri disana,” pungkasnya.(kar)








