
BULELENG – Upaya mencegah penularan Covid-19 dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Terkonfirmasi dengan kode PDP-140 terus dilakukan Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng. Tidak hanya pihak keluarga dan orang yang memimiliki riwayat kontak erat, sejumlah warga yang terlibat langsung dalam penguburan pasien meninggal akibat Covid-19 ini juga menjadi objek tracing.
“Tracing dilakukan maksimal, tidak hanya terhadap keluarga, orang yang memiliki kontak erat, dan rekan kerja, tapi juga warga yang terlibat dalam penguburan PDP-140,” tandas Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Senin (20/7/2020) siang, saat menggeber data perkembangan terkini penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.
Tracing oleh tim surveilans, kata Suyasa yang juga Sekda Kabupaten Buleleng, dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus corona dari PDP-140. “Karena, sekali lagi kami tegaskan bahwa PDP-140 adalah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19. Hal ini berdasarkan test swab dua kali yang menunjukkan hasil positif, jadi ini jangan diragukan,” tegasnya.
Tracing sudah dilakukan bersama aparat desa, petugas Babinsa dan Babinkamtibmas serta para pihak yang mengetahui informasi tentang kontak erat terhadap yang bersangkutan (PDP-140,red). “Sampai saat ini kami sudah mentracing 34 orang, dan terus dilakukan tracing dan rapid test sampai dengan pada titik jenuh atau data jenuh sehingga tidak lagi dilanjutkan,” tegas Suyasa seraya menandaskan protokol covid dijalankan untuk mencegah penularan yang lebih luas pada masyarakat.
Terkait data terkini perkembangan penanganan Pandemi Covid-19, Suyasa memaparkan jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi sampai dengan Senin (20/7/2020) adalah 120 orang. Dengan rincian 105 orang sembuh, 14 orang dirawat RSP Giri Emas dan 1 orang meninggal dunia. Jumlah kumulatif Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 127 orang dengan rincian 115 selesai masa pantau, 1 orang masih dipantau dan 11 ODP terkonfirmasi. Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) kumulatif sebanyak 2.345 orang, dengan rincian 1.924 sudah selesai masa pantau, 323 karantina mandiri, 1 dirawat di RSP Giri Emas dan 97 OTG terkonfirmasi. “Pemantauan terhadap pelaku perjalanan dari negara terjangkit atau wilayah transmisi lokal (tanpa gejala), jumlah kumulatif sebanyak 4.203 orang,” pungkasnya.(kar)








