Dua Kali Pindah RS, Isolasasi Tiga Hari, PDP-140 Meninggal Dunia

0
3995
APD LENGKAP : Pemakaman PDP-140 di Setra Desa Adat Selat Kecamatan Sukasada, petugas menggunakan APD lengkap.

BULELENG – Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Terkonfirmasi positif  dilaporkan meninggal dunia oleh Tim Medis Gugus Tigas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng. Pasien bergejala demam, batuk berdahak ini awalnya dirawat pada salah satu RS Swasta sejak 7 Juli 2020, kemudian pindah ke RS Swasta yang lain, dan dirujuk ke RSUD Buleleng tanggal 14 Juli 2020.

“Dari hasil rapid test reaktif, kemudian swab positif sehingga dirujuk ke RSP Giri Emas  17 Juli 2020,” ungkap Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Minggu (19/7/2020) saat menggeber perkembangan terkini penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Setelah menjalani isolasi selama tiga hari, kata Suyasa yang juga Sekda Kabupaten Buleleng, pasien asal Desa Selat Kecamatan Sukasada yang dirawat sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Terkonfirmasi dengan kode PDP-140 ini, dinyatakan meninggal dunia.”Pasien yang dirawat sejak tanggal 17 Juli 2020 di RSP Giri Emas ini, hasil swabnya dua kali positif, dan dinyatakan meninggal dunia, Minggu (19/7/2020) pukul 08.45 WITA akibat penyakit sesuai gejala Covid-19, dengan penyakit penyerta berupa ditemukan massa pada bagian paru-paru,” jelas Suyasa seraya menyebutkan pemakaman sudah dilakukan pukul 11.00 Wita sesuai dengan protokol kesehatan pada setra desa adat asal dari PDP-140.

Selain melakukan penanganan medis, lanjut Suyasa, Tim Medis GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng juga telah melakukan tracing terhadap pihak yang memiliki kontak erat dengan PDP-140 dengan usia 30 tahun ini, antara lain terhadap istri dan kedua anaknya berusia 4  dan 8 tahun. “Terkait darimana terjangkit, Tim Medis GTPP masih belum tahu pasti karena pasien dengan profesi pegawai dealer ini tidak memiliki riwayat datang dari negara atau daerah terjangkit, kontak erat dengan PMI atau PDP Terkonfirmasi, masih sedang di telusuri. Namun tracing terhadap keluarga, atau rekan ditempat kerja yang bersangkutan pasti dilakukan,” tandas Suyasa seraya mengajak dan mengimbau warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dengan adanya PDP terkonfirmasi positif  yang meninggal dunia dan PDP sembuh, Suyasa memaparkan jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi sampai dengan Minggu (19/7/2020) adalah 120 orang. Dengan rincian 105 orang sembuh dan 14 orang dirawat RSP Giri Emas. Jumlah kumulatif Orang Dalam Pengawasan (ODP) 126 orang dengan rincian 115 selesai masa pantau, 1 orang masih dipantau dan 11 ODP terkonfirmasi. Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) kumulatif 2.334 orang, dengan rincian 1.924 sudah selesai masa pantau, 312 karantina mandiri, 1 dirawat di RSP Giri Emas dan 97 OTG terkonfirmasi. “Pemantauan terhadap pelaku perjalanan dari negara terjangkit atau wilayah transmisi lokal, kumulatif 4.203 orang,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here