Jelang Dibuka, Desa Kutuh Mulang Pekelem di Pantai Pandawa

0
115
PEMBERSIHAN NISKALA: Mulang Pakelem sebagai bagian ritual pembersihan jelang dibukanya kembali Pantai Pandawa.

BADUNG  – Menjelang dibukanya kembali destinasi wisata Pantai Pandawa, Desa Adat Kutuh melaksanakan ritual pembersihan seperti mulang pekelem dan upacara caru eka sata, Rabu (8/7/2020).

Bendesa Adat Kutuh, Pantai Pandawa Nyoman Mesir mengatakan, Pantai Pandawa dibuka, Kamis (9/7/2020) sekitar pukul 07.00 Wita dan ditandai dengan pelepasan tujuh balon. “Hari ini kami melakukan pembersihan secara niskala dan ini juga sebagai ucapan terima kasih dan mohon restu agar ke depan berjalan baik,”katanya.

Mengawali dibukanya Pantai Pandawa, tiket masuk termasuk parkir  pengunjung digratiskan selama tiga hari.  “Rencananya tanggal 11 Juli, Pak Gubernur, Bupati, dan Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata dari Kementerian Pariwisata berkunjung ke Pantai Pandawa,” ungkapnya.

Di era new normal,  pengunjung wajib mengikuti protokol kesehatan dan di pintu masuk dilakukan pengecekan suhu tubuh. Selain itu, tempat cuci tangan juga disediakan. “Setiap pengunjung wajib pakai masker, cuci tangan pada tempat yang telah kami sediakan. Kalau misalnya ada yang sakit, kami sudah sediakan klinik,” ujarnya. 

Terpisah, Ketua Panitia New Normal Pantai Pandawa Wayan Duarta menyampaikan, pihaknya sangat fokus dalam hal persiapan standar protokol kesehatan yang diberlakukan di Pantai Pandawa. “Persiapan sudah kami lakukan jauh hari sejak panitia terbentuk sampai akhirnya datang tim verifikasi dari kabupaten kemudian diberikan Sertifikat New Normal. Verifikasi sudah dilakukan tanggal 2 Juli lalu dan astungkara hasilnya baik,”sebutnya.   

Duarta juga mengaku bangga karena Pantai Pandawa menjadi salah satu destinasi penyangga tonggak awal dibukanya pariwisata dengan skema new normal. Untuk memastikan semua berjalan dengan baik, maka saat reaktivasi dilakukan, pihaknya akan senantiasa melakukan pengawasan melalui piket. “Ini perlu kami diawasi agar menjadi sebuah kebiasaan. Setelah yakin jadi kebiasaan, baru akan kami lepas,” tegasnya.

 

Ditanya teknis penerapan protokol kesehatan, Duarta Kembali menegaskan, pengecekan suhu dan pengenaan masker dilakukan di pintu masuk. Ketika suhu tubuh melebihi ketentuan ataupun tidak mengenakan masker, pengunjung tidak diperkenankan masuk.   “Kami juga sampaikan informasi kaitan dengan pencegahan Covid-19. Itu akan disampaikan secara periodik melalui sistem yang rencananya terprogram dengan empat Bahasa yaitu Bahasa Bali, Indonesia, Inggris, dan Mandarin,” imbuhnya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here