BulelengTerkini

Sikapi Transmisi Lokal, Pintu Keluar Masuk Buleleng Diperketat

BULELENG – Pintu keluar dan masuk Kabupaten Buleleng segera diperketat. Upaya penyekatan dengan gelaran Pos Terpadu pada pintu keluar masuk Buleleng Barat maupun Buleleng Timur ini, dilakukan untuk mencegah penyebaran Pademi Covid-19 yang menunjukkan kecendrungan meningkat melalui transmisi lokal.

“Penularan virus corona di Kabupaten Buleleng saat ini terjadi melalui transmisi lokal, dari satu keluarga ke keluarga lain, seorang pelaku perjalanan dari daerah terjangkit atau daerah transmisi lokal terhadap tenaga medis dan keluarga yang bersangkutan termasuk fenomena klaster pasar,” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Jumat (19/6/2020) siang, saat menggeber perkembangan terkini penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Dengan adanya peningkatan Transmisi Lokal ini, kata Suyasa yang juga Sekda Buleleng, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui GTP2 Covid-19 senantiasa mengajak dan mengimbau warga masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti seluruh aturan yang ada, termasuk wajib menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak bila berada pada kerumunan, serta berperilaku hidup bersih dan sehat. “Saya harap warga masyarakat senantiasa mengikuti seluruh aturan yang ada, termasuk melengkapi administrasi perjalanan untuk menghindari kendala yang tidak diinginkan, baik dalam perjalanan keluar daerah maupun pulang ke daerah asal,” tandasnya.

BACA JUGA:   Rencana Dihadiri 57 Negara, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Sambut Baik Event MNE dan IMSS Tahun 2025 di Bali

Dengan pendekatan humanis yang bertujuan mengurangi penyebaran Covid-19, masyarakat diminta responsif. “Jangan sampai menunggu tindakan lebih represif dalam menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.

Terkait data terkini penanganan Pendemi Covid-19, Suyasa memaparkan jumlah kumulatif Kasus Terkonfirmasi sampai dengan Jumat (19/6/2020) adalah 87 orang, dengan rincian 77 orang sembuh, 9 orang dirawat RSP Giri Emas dan 1 orang dirujuk ke RSUP Sanglah. “Selain itu ada 7 orang pasien terkonfirmasi asal Buleleng yang ditangani GTP2 Provinsi Bali,” terangnya.

Secara kumulatif, jumlah PDP yang dinyatakan negatif Covid-19 sebanyak 18 orang.“Sementara jumlah PDP yang dinyatakan terkonfirmasi sebanyak 5 orang dan 1 orang sedang dalam perawatan,” jelasnya.

Orang Dalam Pengawasan (ODP) Kumulatif sebanyak 119 orang, dengan rincian 109 sudah selesai masa pantau, 1 orang masih dalam pemantauan dan 9 orang dinyatakan terkonfirmasi atau positif Covid-19. Sementara Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) kumulatif 1.775 orang, dengan rincian 1.389 selesai masa pantau, 311 karantina mandiri, 73 orang terkonfirmasi dan 2 orang dirawat di RSP Giri Emas. “Pemantauan pelaku perjalanan dari wilayah terjangkit atau wilayah transmisi lokal (tanpa gejala) kumulatif sebanyak 3.769 orang, 3.602 sudah berakhir masa pantau dan 167 masih dipantau,” pungkasnya.kar

Back to top button