Lima warga Banyuwangi Ditangkap di Pengambengan

0
566
DITANGKAP : Warga Banyuwangi  yang nekat menyeberang dari Jawa  didata dikantor desa Pengambengan.


 
JEMBRANA – Alih-alih   mencari pekerjaan di Bali ditengah ketatnya  pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk, empat warga, Banyuwangi, Jawa Timur, nekat  menyeberang dengan menumpangi   sebuah   kapal  fiber nelayan. Sayangnya  sebelum mendarat, Mereka  diamankan  petugas Satpolairud Polres Jembrana, di Timur Dermaga  PPN Pengambengan, Rabu (03/06/2020) tepatnya pantai Dusun Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.

Keempat  penumpang,  kemudian didata ke Kantor Desa  Pengambengan, masing-masing Rubai (54), Abdul Holik (32), Rohimin (28) dan M Ali Imron (27) semunya  asalnya  Dusun Pecemengan, Desa Blimbingsari, Banyuwangi. Selain itu  juga diamankan seorang warga  Desa  Banyubiru  yang menitipkan  sebuah motor Scoopy DK 3555 ZW di kapal  fiber  yang dinahkodai Suwondo (45) nelayan yang juga beralamat Banyuwangi.

Warga Banyuwangi nekat menyeberang ke Bali dari pelabuhan tradisional ditangkap di Pengambengan, Jembrana.

Kapolsek Negara, AKP Sugriwo menerangkan pengamanan  terhadap  empat warga Banyuwangi,   dilakukan Satpolairud Polres Jembrana bersama Polsek Negara. Mereka diamankan   sekira pukul 10.30 WITA di sebelah Timur dermaga  PPN Pengambengan, Dusun/Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Selain empat warga pendatang, juga terdapat satu  warga berKTP  Jembrana, serta nahkoda kapalnya asal Banyuwangi juga diamankan. “Seluruh  penumpang dan awak kapal berjumlah  enam  orang. termasuk sebuah  motor Scoopy DK 3555 ZW , mereka ini masuk Bali melalui perairan Pengambengan. Mereka menaiki sampan,” terang AKP Sugriwo.

Dari pemeriksaan keempatnya bermaksud datang keBali, untuk  mencari pekerjaan. Dari keterangan mereka  kemari,  untuk mencari pekerjaan diJembrana , sedangkan kapal  yang ditumpangi hanya karena sinahkoda sama- sama  dari Jawa. Terhadap kasus  ini,  lanjut Sugriwo, kepolisian sudah  berkoordinasi dengan  Dinas Sosial Jembrana. Memang diwilayah Negara  baru kali ini  ditemukan orang masuk  melalui  pelabuhan tradisional,  mereka menghindari pemeriksaan di  Gilimanuk. Mereka berlima nantinya dikembalikan ke Jawa, melalui Pelabuhan Gilimanuk.  Khusus untuk nahkoda diminta melengkapi surat keterangan sehat atau surat rapid tes dan surat dari desa nya, untuk mengambil kapalnya “Untuk yang nahkoda kami beri waktu untuk nantinya mengambil kapalnya. Tapi harus dilengkapi surat-surat dari Desa dan Rapid Tes,”imbuhnya  (ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here