Pandemi Covid-19, Gelar Upacara Pemahayu Jagat di Pura Luhur Batu Panes

0
1428
Pura Luhur Batu Panes lokasi Upacara Pamahayu jagat untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas.

TABANAN – Berbagai cara ditempuh pemerintah dan masyarakat termasuk di Tabanan dalam rangka mengatasi penyebaran Covid-19. Selain secara skala dengan penerapan protocol kesehatan, juga ditempuh secara niskala dengan menggelar berbagai upacara. Salah yang akan digelar yakni Upacara Pemahayu jagat di Pura Luhur Batu Panes di banjar  Belulang, Mengesta, Penebel Tabanan bertepatan dengan Buda Kliwon Ugu , Rabu (03/6/2020).

Ketua Panitia karya yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa menyebutkan,  terkait upacara ini , dirinya saat melakukan persembayangan dengan ida sri empu mendapatkan pewisik dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas. Pewisik  tersebut kemudian disampaikan kepada PHDI Tabanan dilanjutkan ke bupati.  “Bupati menyikapi pewisik tersebut dan agar ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi,” ungkap Arnawa, Senin (01/6/2020).

Dengan adanya hal tersebut, kemudian pihaknya Kembali berkoordinasi dengan PHDI untuk mencari dasar menggelar karya pamahayu jagat tersebut. Kemudian mencari dari lontar rogo sengara gumi yang juga ada tentang wabah seperti Covid-19. Disebutkan pula, bahwa upcara yang harus digelar yakni Upacara Pemahayu jagat  di pura yang berstana Ida betara siwa pasupati atau ida betara siwa geni. “Dasar itulah kemudian  upcara tersebut digelar di Pura kahyangan jagat Luhur Batu Panes, Belulang. Hal ini karena pura tersebut bejinya merupakan air panas dan pura tepat berada di tengah pulau Bali,” sebutnya.

Setelah diketahui jenis upacara dan lokasinya, pihaknya selaku panitia pelaksana kemudian terus melakukan koordinasi dengan PHDI maupun MDA  dan telah dilakukan berbagai dudonan karya  yang sudah dimulai sejak Kamis (28/5) dan puncaknya akan digelar Rabu (3/6) bertepatan dengan Buda Kliwon Ugu. Sementara Senin kemarin dilaksanakan mendak lan ngemejiang Ida Betara. Selasa (2/6) dilaksanakan mendak tirta dan mepada hewan yang akan digunakan untuk sarana caru. Dan  pada puncak karya digelar  Caru Pancasanak Medurga, upacara pemahayu jagat  Rabu (3/6) tepat pukul 10.00 WITA. Sementara itu Ketua PHDI dan MDA Tabanan I Wayan Tontra juga telah mengeluarkan edaran kepada seluruh bendesa adat  terkiat rangkaian karya tersebut.  Dalam edaran tersebut, juga disebutkan berbagai rangkaian caru yang juga harus digelar di masing-masing khayangan tiga masing-masing desa adat di Tabanan, merajan keluarga serta di lebuh dan pekarangan rumah masing-masing. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here