KarangasemTerkini

Trend “Mepatung” Celeng Marak ditengah Pandemi Covid-19

KARANGASEM – Ada hal menarik di saat ekonomi warga terpuruk akibat pandemi Covid-19, tradisi mepatung celeng atau memotong babi di Kabupaten Karangasem marak dilakukan warga.

Seperti dilakukan warga di Desa Abang, Kecamatan Abang.Warga mengumpulkan anggota sebanyak 10-15 orang untuk mepatung celeng.kebetulan harga daging babi saat ini anjlok karena merebak wabah flu babi. Tapi babi yang dipotong warga bukan babi dalam kondisi sakit, melainkan masih dalam kondisi sehat.

Hanya saja pemilik babi khawatir ternak mereka terjangkit virua flu babi, makanya memilih menjual babi mereka dengan harga murah kepada warga. Seperti dituturkan I Made Wirta alias Demplang, salah seorang warga yang menjadi pelopor mepatung, Selasa (12/5/2020), jika mepatung ini dilakukannya mengingat situasi pandemi Covid-19 dan virus babi sudah marak termasuk di kawasan wilayah Desa Abang sudah terdampak.

Sebelumnya saya informasikan ke tetangga juga teman teman warga lainnya yang mau ikut mepatung,” ujarnya. Ia mengungkapkan group mepatung mendapat harga lebih murah jika dibandingkan dengan membeli daging babi di pasar. Jika membeli dipasar harga daging babi perkilonya mencapai Rp 50.000 hingga Rp 60.000.

BACA JUGA:  Cegah Terulang Insiden, Pemprov Bali Ingatkan Perda Larangan Menaikkan Layangan di Sekitar Bandara

“Tapi jika mepatung, dapat daging 4 kilogram dengan hanya membayar Rp. 100.000 saja. Tergantung besar kecil timbangan babi yang akan dipotong,” demikian Wirta. (Cwb2)

Back to top button