
Penanaman pohon secara serentak oleh KPU Bali mewujudkan pemilihan hijau
KARANGASEM – KPU Kabupaten Karangasem menggelar deklarasi Green Election (pemilihan hijau) pemilihan serentak di Provinsi Bali Tahun 2020, Sabtu (19/9/2020) di Museum Lontar Desa Penaban.
Kegiatan melibatkan seluruh jajaran KPU Kabupaten Karangasem, termasuk 24 orang relawan demokrasi dan Ketua KPU se-Bali.
Kegiatan diisi penanaman pohon lontar di areal Museum Pustaka Lontar secara simbolis. Menurut Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana penanaman pohon lontar bermakna, lontar memiliki nilai yang sangat erat kaitanya dengan nilai-nilai adiluhung.
“Dalam lontar banyak tersirat bagaimana
syarat-syarat seorang pemimpin sesuai ajaran Hindu yang terkenal dengan sebutan Asta Brata. Bagaimana seseorang bisa menjalani segala kehidupan yang betul-betul penuh dedikasi tentram rukun damai dan aman begitupun tujuan kami selaku penyelenggara,” ujarnya.
Ia berharap agar seluruh steakholder pemilu di Karangasem bisa melaksanakan pemilu sesuai dengan nilai-nilai tersebut.
Penanaman pohon juga dilakukan serentak di seluruh Bali oleh KPU kabupaten /kota, PPK,maupun PPS yang terhubung melalui video conference.
Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan naskah deklarasi yang dilakukan oleh Ketua KPU kabupaten kota se Bali yang menggelar pemilihan kepala daerah dengan disaksikan oleh Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan.
Green election ini merupakan komitmen mewujudkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem Tahun 2020 yang ramah lingkungan.
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan berharap acara ini bukan hanya sekedar menjadi seremonial belaka, namun harus dibarengi dengan aksi nyata. Pihaknya berharap agar seluruh pelaksanaan pemilu di seluruh Provinsi Bali dapat berjalan dengan mewujudkan Bali Clean and Green dengan di barengi pengurangan penimbunan sampah.
“Kami mencoba untuk melakukan edukasi pengurangan plastik, seperti pada saat kampanye, tidak akan memasang alat peraga tambahan kampanye,” ujarnya. Ia juga mengajak kabupaten lain untuk bersepakat untuk melaksanakan aksi ini.
Ia menambahkan, pemilihan yang ramah lingkungan bukan hanya ditahun ini saja, namun harus terus berlanjut pada pemilihan yang akan datang baik itu pemilihan gubernur, legislatif maupun presiden.
“Bukan hanya sekarang saja, tapi spirit ini harus terus diwariskan dan diwujudkan dalam pesta demokrasi mendatang,” tandas Lidartawan. (ami)








