
DENPASAR – Kepemimpinan Bupati Gianyar periode 2018-2023, Made Agus Mahayastra bersama Wakil Bupati Anak Agung Made Mayun, secara resmi telah mengakhiri masa jabatannya seiring dengan telah dilantiknya Penjabat (Pj.) Bupati Gianyar Dewa Tagel Wirasa oleh Pj, Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya di Wiswa Sabha Utama, Rabu (20/9/2023).
Dewa Tagel Wirasa merupakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah (BPKAD) Pemprov Bali. Pelantikan dan serah terima jabatan dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gianyar dan OPD Pemprov Bali.
Seusai pelantikan, mantan Bupati Gianyar Made Agus Mahayatra mengakui setelah lima tahun sebagai bupati, hari ini merasa plong dan akan bisa tidur nyenyak.
Meski demikian, dia mengakui yang belum bisa dituntaskan adalah masalah kerak kemiskinan yang ada di Gianyar sampai saat ini belum bisa dituntaskan. Sementara angka kemiskinan di Gianyar dari 500 ribu jumlah penduduk, angka kemiskinan tidak lebih dari 2 persen.
Kerak kemiskinan yang dimaksudkan adalah sisa-sisa dari kemiskinan yang ada diakui masih tinggi di Gianyar. Namun demikian untuk menunastkannya pemerintah daerah tidak akan sanggup menyelesaikan sampai kapanpun, sehingga kerak kemiskinan menjadi tanggungjawab Negara.
Berbicara angka kemiskinan secara riil di Gianyar diakhir masa jabatannya, sudah bisa terdata dan dikelola dengan baik di Dinas Sosial. Bahkan dalam hitungan detik bisa melihat data kemiskinan sangat akurat lengkap dengan nama, keluarga, alamat lengkap tidak berdasarkan sampling seperti data BPS. Sebab, pendataan kemiskinan dilakukan secara langsung oleh masing-masing kelian banjar di masing-masing desa,
“Sangat kecil sekitar 7 ribu orang atau 2 persen kurang,”katanya.
Agus Mahayastra menambahkan kerak kemiskinannya, tidak mungkin bisa ditumbuhkembangkan hingga bisa keluar dari kemiskinan. Sebab, mereka dalam kondisi cacad, jompo, tidak memiliki keluarga disamping.
“Itu kerak kemiskinan, sisa-sisa kemiskinan yang tidak bisa diselesaikan dan itu akan menjadi tanggungjawab Negara.
Sementara pembangunan infrastruktur Agus Mahayastra mengakui dalam kurun waktu 5 tahun tiudak bisa diselesaikan keseluruhan. Menurutnya perlu waktu, apalagi pembangunan infrastruktur jalan, di Kabupaten Gianyar hampir 3 tahun tidak ada mengerjakannya.
Selain perbaikan jalan, Gianyar juga memerlukan gedung kesenian Ardha Candra. Sebab Kabupaten Gianyar sebagai kota dan seni budaya dan Gianyar saat ini belum ada sehingga ingin memiliki Ardha Candra yang representative. (arn/jon)








