
KUTSEL – Penyampaian kekecewaan masyarakat Tanjung Benoa terkait progres proyek adaptasi Pantai Tanjung Benoa, mendapat sambutan positif dari pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP). Kekecewaan tersebut dipandang sebagai bagian dari bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya.
Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BWSBP, I Wayan Riasa memastikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti hal tersebut. Pihak kontraktor telah dipanggil dan diberi pemahaman agar dapat menyelesaikan proyek tepat waktu.
Dijelaskan dia, proyek penataan Pantai Tanjung Benoa merupakan bagian dari Paket 3A Adaptasi Pantai Nusa Dua – Tanjung Benoa – Sanur yang dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Kamefada Wijaya Indonesia. Dari tanggal kontrak 20 September 2022, paket tersebut ditarget rampung dalam kurun waktu 365 hari kalender.
Mengacu hal tersebut, lanjut Riasa, maka khususnya pekerjaan di area Pantai Nusa Dua dan Tanjung Benoa ditarget sudah selesai pada akhir Juli 2023. Sehingga pelaksanaan bisa bertolak ke area Pantai Sanur.
Adapun pekerjaan yang dilakukan di area Tanjung Benoa, di antaranya yakni penataan pasir, pavingisasi area parkir bus dan Pura Prajapati, serta pembangunan balai kelompok nelayan dan candi bentar.
Meski aktivitas pengerjaan di lapangan sempat tidak terlihat intens, atas komunikasi yang telah dilakukan dengan pihak kontraktor, Riasa meyakini bahwa pengerjaan dapat selesai tepat waktu.
“Untuk pasir, sekarang masih dikumpulkan di area stockpile. Masih belum dihampar,” sambungnya didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai II PJSA BWSBP, Gede Lanang Sunu Perbawa.
Sedangkan untuk pembangunan balai kelompok nelayan, total katanya ada 6 unit. 3 unit di antaranya bahkan sudah mulai dikerjakan walau masih belum selesai.
Sementara berkenaan dengan pavingisasi, masih dalam proses pabrikasi untuk kemudian nantinya dipasang. Begitu pula untuk candi bentar. (adi/jon)








