
TABANAN – Jalur Banjar Pemanis, Desa Biaung dengan Senganan, Kecamatan Penebel terputus setelah jembatan tersapu banjir bandang 22 Oktober 2022 silam. Karena belum ada perbaikan hampir setahun , warga Pemanis akhirnya membangun jembatan secara swadaya dengan gotong royong.
Salah seorang warga Pemanis Made Bakti Wiyasa mengungkapkan, jembatan yang menghubungkan Desa Biaung dengan Desa Senganan di Banjar Pemanis, Biaung terputus saat banjir bandang tersebut. Padahal jembatan tersebut merupakan salah satu jalan urat nadi perekonomian masyarakat dan jalan irigasi karena dipergunakan warga ketika kesawah atau ke kebun.
Namun sejak banjir bandang tersebut dan jembatan hanyut belum ada perbaikan sampai setahun. Sehingga warga akhirnya berinisiatif membuat jembatan darurat dari batang pohon kelapa. Menariknya, warga menyumbangkan sendiri batang kelapa, papan termasuk pasir dan semen untuk pondasi jembatan tersebut.
Bahkan untuk pengangkutan bahan-bahan yang dibutuhkan juga dilakukan secara gotong royong termasuk membangun jembatan dengan panjang sekitar delapan meter dan lebar empat meter.
“Semuanya dikerjakan secara gotong royong dan bahan-bahan juga sumbangan warga,” ungkap Bakti Wiyasa, Kamis (6/7/2023).
Pembangunan jembatan telah dilakukan sejak beberap waktu lalu diawali dengan pembuatan pondasi jembatan. Kemudian ditasnya dipasang batang kelapa utuh. Untuk melancarkan, di bagian atas dipasang papan tebal sehingga mudah dan aman dilalui kendaaran roda dua dan roda empat. Kini jembatan tersebut sudah selesai dibuat.
“Tadi sudah dilakukan ulap ambe (diupacarai) agar bisa dilalui, namun masih ditutup seminggu agar beton pondasi jembatan benar-benar kering dan kuat,” tandas pria yang juga budayawan ini.
Diharapkan dengan adanya jembatan tersebut lalu lintas di kedua desa kembali lancar termasuk juga perekonomian masyarakat. Namun kedepannya diharapkan jembatan bisa dibuat secara permanen. (jon)








