
BULELENG – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Smart City yang digelar Pemkab Buleleng bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia.
Selain ucapan terimakasih, dukungan yang diberikan Kemenkominfo berupa pendampingan juga diapresiasi dengan komitmen Pemkab Buleleng dalam mewujudkan Buleleng menuju Kota Pintar.
“Tidak kalah dengan kecanggihan kota-kota besar yang ada di Indonesia, Kota Singaraja dalam waktu dekat akan segera menjadi Kota Pintar atau Smart City,” tandas Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana usai membuka kegiatan penyusunan Masterplan Smart City di Banyualit Spa & Resort Lovina, Kamis (6/7).
Didampingi Kadis Kominfosanti Ketut Suwarmawan, Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini menegaskan, penyusunan masterplan smart city yang dilakukan secara gotong royong oleh Tim Pelaksana Smart City, terdiri dari perwakilan seluruh perangkat daerah dilingkup Pemkab Buleleng ini merupakan langkah awal menuju Kota Pintar.
“Pelaku UMKM juga tidak luput dari andil dalam kegiatan ini, sementara pengawasan dilakukan Dewan Smart City yang beranggotakan Pj Bupati, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, kalangan akademisi, korporasi dan tokoh adat/masyarakat,” tandasnya.
Melalui Bimtek yang diberikan Kemenkominfo, para peserta diharapkan mendapat pengetahuan dan mampu melakukan penyusunan masterplan Smart City sesuai dengan potensi yang ada. “Saya optimis, dengan menjadi Smart City, Kota Singaraja akan memberikan banyak peningkatan taraf hidup, utamanya di bidang digitalisasi,” ungkapnya.
Selain penyediaan jaringan internet seluler 3G/4G hampir diseluruh desa/kelurahan,kata Lihadnyana, akses internet melalui WiFi gratis ke masyarakat juga akan disediakan di seluruh kantor pemerintahan, kantor desa adat, balai banjar, Puskesmas, daerah wisata, dan fasilitas umum lainnya.
“Upaya tersebut dilakukan secara sinergi oleh Pemprov Bali melalui program Bali Smart Island dan Pemkab Buleleng melalui jaringan internet antar perangkat daerah,” jelasnya.
Fasilitas digital seperti Buleleng Command Center dan Taman Pendidikan Digital juga akan segera dibangun pada tahun ini dengan pemanfaatan aplikasi sistem informasi yang mendukung smart city, sehingga memenuhi unsur smart governance, smart society, smart living, smart environment dan smart economy.
“Ini nyambung dengan pembangunan Tower Turyanpada, bagaimana menjadikan Kabupaten Buleleng tidak lagi ada wilayah yang blank spot,” terangnya.
Ia menambahkan, dengan smart city seluruh potensi digali dan diberdayakan dengan digitalisasi sehingga mampu menggerakkan seluruh sektor untuk kesejahteraan masyarakat.
“Dengan smart city berbagai macam digitalisasi yang kami miliki dan berbagai potensi di Kabupaten Buleleng, kedepannya bisa menjadi satu wadah besar yang memudahkan kita dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kemudahan pelayanan publik,” tandas Lihadnyana diapresiasi Dyah Mutiarin.
Selaku Tenaga Ahli pada Kemenkominfo, Dyah mengapresiasi komitmen Pj. Bupati Buleleng sebagai unsur percepatan terwujudnya Smart City.
“Sebagai salah satu dari 50 kota/kabupaten di Indonesia yang terpilih mendapatkan program pendampingan penyusunan masterplan smart city, saya optimis Buleleng mampu mewujudkan smart city dengan cepat. Karena, selain komitmen pimpinan daerah, prioritas daerah sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah dan inisiasi digitalisasi yang telah dilakukan hampir 80%, Pemkab Buleleng sebenarnya sudah memiliki inisiasi-inisiasi menuju smart city,” pungkasnya. (kar,dha)








