
BULELENG – Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali apresiasi seminar bertajuk ‘Peluang Kerja ke Luar Negeri untuk Tenaga Kesehatan’ yang diselenggarakan Tim Diklat RSU Kertha Usada Singaraja.
Selain informasi terkait peluang kerja tenaga kesehatan (Nakes) Indonesia di Luar Negeri, seminar yang menghadirkan narasumber dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng dan BNI Cabang Buleleng juga memberikan pencerahan bagaimana menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Legal, Pahlawan Devisa Aman dan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat-PMI.
“Kami mengapresiasi seminar ini sebagai peran serta yang luar biasa dari komponen masyarakat, insan kesehatan di Kabupaten Buleleng dalam memberikan informasi akurat tentang peluang kerja di luar negeri, menjaga PMI, termasuk tenaga kesehatan,” tandas Ketua BP3MI Provinsi Bali Anak Agung Gde Indra usai membuka seminar di Jalan Gajah Mada No. 148 Singaraja, Rabu (17/5/2023).
Agung Indra didampingi Kadisnaker Buleleng Komang Sumertajaya, dokter I Wayan Parna Arianta selaku Dirut RSU Kertha Usada Singaraja dan Ketua IDI Kabupaten Buleleng serta narasumber dari BNI Cabang Buleleng menegaskan, seminar yang dihadiri stakeholder terkait ini diharapkan bisa menjadi solusi lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) dan keterbatasan RS Pemerintah/Swasta dalam menyerap tenaga kesehatan.
“Peluang kerja bagi nakes dan pembiayaan bekerja di luar negeri yang difasilitasi pemerintah melalui program KUR-PMI Bank BNI dan BRI, astungkara BPD Bali yang sedang dijajagi, dapat menjadi solusi bagi lulusan STIKES atau lembaga pendidikan kesehatan lainnya, untuk bekerja di luar negeri sebagai PMI, Pahlawan Devisa bagi negara,” tandas Agung Indra dibenarkan Parna Arianta.
Selaku penggagas seminar, Ketua IDI Buleleng ini menambahkan peluang kerja nakes di luar negeri sangat tinggi, antara lain perawat, bidan dan analis anestasi di RS Internasional pada negara-negara Timur Tengah seperti Kuwait, Turki dan lainnya.(kar/jon)








