
KUTA – Pemandangan tidak elok terjadi di pintu gerbangnya Bali, tidak jauh dari bundaran Taman I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (2/4/2023).
Sebuah rumah kosong seolah menjadi Tempat Penimbunan Sampah (TPS) liar, oleh gunungan sampah pada area halamannya.
Lurah Tuban, I Dewa Gede Saka Putra yang kemudian dikonfirmasi, membenarkan terjadinya kondisi semacam itu. Bahkan katanya, hal tersebut sudah didapati sejak awal menjabat sebagai lurah.
“Tentu hal itu sangat tidak baik bagi Tuban sebagai wajahnya Bali,” ucapnya mengenai rumah yang berdiri di sebelah pintu masuk Jalan Merpati, Tuban tersebut.
Sejak itu pula, pencarian sudah langsung dilakukan terhadap pemilik bangunan. Namun sayang, hingga kini belum juga berhasil ditemukan. Kabarnya, itu dimiliki oleh orang luar Tuban.
“Nomor ponsel yang tertera pada rumah itu juga sudah sempat kami hubungi. Tapi tidak ada yang angkat,” akunya.
Pun demikian soal sumber dari sampah menumpuk. Diyakini bahwa itu bukanlah berasal dari warga Tuban. Karena pelakunya, beberapa kali sempat tertangkap tangan hendak membuang sampah pada lokasi bersangkutan.
“Sampah di sana sebenarnya bukan sampah dari warga Tuban, melainkan dari luar Tuban. Sambil lewat, mereka lempar bungkusan sampah di sana,” bebernya.
Tumpukan sampah sebagai akibat perilaku semacam itu, sambung dia, sebenarnya juga sudah sering kali ditindaklanjuti. Langkah pembersihan dilakukan, namun hal serupa ternyata muncul kembali secara berulang. Karena itulah pihaknya mencoba mencari pemilik bangunan, agar turut memberikan atensi.
“Beberapa kali pernah dibersihkan dan kami pasangi spanduk, tapi tetap saja muncul. Pecalang dan Linmas juga sudah pernah kami tempatkan di sana, tapi pelaku ini tetap bisa mencari celah. Dan sampai sekarang kondisi itu masih juga terjadi,” ucapnya.
Saka Putra menegaskan akan terus berupaya untuk mencarikan solusi atas persoalan itu.
“Mudah-mudahan pemilik bangunan bisa segera kami temukan,” pungkasnya. (adi/jon)








