
KUTSEL – Dengan bangga, Universitas Udayana kembali mengukuhkan 8 orang Guru Besar Tetap, di Gedung Auditorium Widya Sabha, Sabtu (11/3/2023) lalu.
Dua orang dari Fakultas Pertanian, dua orang dari Fakultas Peternakan, satu orang dari Fakultas MIPA, satu orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, satu orang dari Fakultas Ilmu Budaya, serta satu orang dari Fakultas Kedokteran.
“Jabatan Guru Besar, adalah capaian jabatan akademik tertinggi yang tentunya diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan keuletan. Capaian ini tentunya tidak lepas dari dukungan moral dan doa keluarga dan kerabat,” ucap Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara M.Eng., IPU.
Adapun 8 Guru Besar yang dikukuhkan, pertama adalah Prof. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt.,Ph.D sebagai Guru Besar di Fakultas Pertanian dengan judul Orasi Ilmiah: Kebocoran Pariwisata Bali dari Sektor Akomodasi Strategi Prioritas dan Implikasi Kebijakan.
Selanjutnya yang kedua, Prof. Dr. I Wayan Mulyawan, S.S., M.Hum sebagai Guru Besar di Fakultas Ilmu Budaya dengan judul Orasi Ilmiah: Multimodalitas Lanskap Linguistik (Bentuk, Fungsi, dan Makna).
Kemudian yang ketiga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Bogoriani, M.Si sebagai Guru Besar di Fakultas MIPA dengan judul Orasi Ilmiah: Potensi Tanaman Andong (Cordyline terminalis Kunth) sebagai Sumber Senyawa Bioaktif yang Multifungsi.
Keempat, Prof. Dr. Dra. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.S sebagai Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan judul Orasi Ilmiah: Peran Dana Desa dan Bonus Demografi Pada Kondisi Ketenagakerjaan dan Kemiskinan.
Kemudian yang kelima, yaitu Prof. Dr. dr. A.A. Ngurah Subawa, M.Si sebagai Guru Besar di Fakultas Kedokteran dengan judul Orasi Ilmiah: Peran Pemeriksaan Laboratorium dalam Preventif dan Diagnosis Penyakit Kardiovaskuler.
Keenam, Prof. Dr. Ir. I Made Nuriyasa, M.S sebagai Guru Besar di Fakultas Peternakan dengan judul Orasi Ilmiah: Peran Nutrisi dan Lingkungan pada Produktivitas Ternak Kelinci dalam Memperkuat Ketahanan Pangan.
Yang ketujuh, Prof. Dr. Ir. Made Sri Sumarniasih, M.S sebagai Guru Besar di Fakultas Pertanian dengan judul Orasi Ilmiah: Konservasi Lahan Kering Untuk Mendukung Peningkatan Produksi Pangan di Provinsi Bali.
Serta yang kedelapan, adalah Prof. Dr. Ir. Ni Wayan Siti, M.Si sebagai Guru Besar di Fakultas Peternakan dengan judul Orasi Ilmiah: Meningkatkan Kualitas Daging Itik dengan Daun Pepaya.
Dengan dikukuhkannya 8 orang Guru Besar tersebut, maka kini Universitas Udayana total memiliki 193 orang Guru Besar.
Prihal rasio dosen Unud yang bergelar Guru Besar, diketahui bahwa Fakultas Ilmu Budaya Unud memiliki 23 orang Guru Besar atau setara dengan (2 persen); Fakultas Kedokteran memiliki 23 orang Guru Besar atau setara dengan (2 persen); Fakultas Peternakan memiliki 10 orang Guru Besar (1 persen); Fakultas Hukum memiliki 13 orang Guru Besar (1 persen); Fakultas Teknik memiliki 27 orang (2 persen).
Fakultas Pertanian memiliki 28 orang Guru Besar (2 persen); Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki 20 orang Guru Besar (1 persen); Fakultas Kedokteran Hewan memiliki 18 Guru Besar (1 persen); Fakultas Teknologi Pertanian memiliki 9 orang (1 persen); Fakultas MIPA memiliki 17 orang Guru Besar (1 persen).
Fakultas Kelautan dan Perikanan memiliki 2 orang Guru Besar (0 persen), Fakultas Pariwisata memiliki 2 orang Guru Besar (0 persen), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik memiliki 1 orang Guru Besar (0 persen).
“Dengan dikukuhkannya delapan Guru Besar pada hari ini, maka presentase Guru Besar yang dimiliki oleh Universitas Udayana pada tahun 2023 adalah sebesar 14 persen. Hal ini sekaligus menunjukan bahwa Universitas Udayana juga telah melampaui target dari Kementerian terkait jumlah minimal guru besar pada sebuah universitas, yakni 10 persen,” bebernya.
Namun demikian, posisi tersebut dinilai bukan berarti aman. Mengingat ke depannya, pasti akan ada Guru Besar yang purna tugas. Hal itu diharapkan dapat mendorong para dosen berjabatan Lektor dan Lektor Kepala, serta bergelar Doktor atau Ijasah S3 agar berproses menuju Guru Besar.
“Semoga pengukuhan Guru Besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi Guru Besar. Dengan jumlah Lektor Kepala yang cukup besar, artinya kita punya potensi menambah banyak jumlah Guru Besar di Universitas Udayana. Tentunya dengan kemauan dan usaha yang keras, mereka pasti mampu mencapai jabatan Guru Besar,” sebutnya.
Dia menambahkan, pencapaian Guru Besar bukan hanya merupakan pencapaian pribadi sebagai dosen. Melainkan juga capaian Fakultas dan Universitas.
“Hal ini tentunya akan membuat keberadaan Unud di masyarakat semakin diakui dan berdampak positif pada peningkatan kualitas serta akan lebih mendorong Unud mencapai mimpi menuju World Class University,” sebutnya.
Kepada para Guru Besar dikukuhkan, dia berharap agar senantiasa mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Karena seorang Guru Besar memiliki tanggung jawab menjadi teladan, mengayomi, serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat melalui keilmuan yang dimiliki.
“Hal ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan jumlah SDM unggul di universitas yang kita cintai ini. Dengan demikian, Univeritas Udayana tidak hanya mampu untuk bersaing di tingkat nasional, melainkan juga di tingkat internasional,” pungkasnya. (adii)








