
KUTA – Sepuluh perempuan Bali telah terpilih sebagai finalis kontes kecantikan Pemilihan Puteri Indonesia Bali (PPIB) 2023.
Selanjutnya mereka akan berlaga pada tahap Grand Final, yang akan dilaksanakan di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, 24 Februari 2023 mendatang.
Ketua Panitia PPIB 2023, Dewa Partika mengatakan, lengkapnya fasilitas dimiliki menjadi pertimbangan pemilihan gedung bersangkutan. Dan itupun dipastikan telah mendapat dukungan dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.
“Kami sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan Pak Bupati, dan beliau sangat mendukung,” ungkapnya, Selasa (21/2/2023).
Lift panggung, menurut dia, merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki Balai Budaya Giri Nata Mandala. Fasilitas tersebut katanya juga akan dimanfaatkan pada Grand Final PPIB 2023 nanti.
“Ya, nanti fasilitas itu akan kami manfaatkan juga,” sambungnya sembari mengabarkan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan sebuah kejutan seni budaya yang melibatkan 120 orang talent.
Lebih lanjut dijelaskannya pula, PPIB 2023 adalah sebuah ajang yang sebelumnya sempat vakum akibat pandemi Covid-19. Namun pada tahun ini akhirnya kembali dihelat dengan mengusung sebuah konsep baru, yang digagas langsung oleh pemegang lisensi PPIB 2023, yaitu desainer Lenny Hartono.
“Sebelum nanti sampai ke Grand Final pada 24 Februari 2023 mendatang, 10 finalis terpilih sudah melalui berbagai rangkaian kegiatan pra karantina seperti persembahyangan ke Pura Besakih, pembekalan, pelatihan, pertunjukkan bakat, dan juga photoshoot,” sebutnya.
Selain itu juga kegiatan karantina yang diisi langsung oleh Yayasan Puteri Indonesia,” bebernya mengenai kegiatan yang didukung penuh oleh TS Suites sebagai lokasi pelaksanaan karantina.
Sementara terpisah, Lenny Hartono selaku pemegang lisensi mengatakan bahwa PPIB 2023 notabene sekaligus merupakan salah satu cara untuk mempromosikan Bali. Terutama kepada para pageant lover, yang nantinya memberi fibrasi positif terhadap perkembangan dunia fashion Pulau Dewata.
Diungkapkannya pula, sesungguhnya ada banyak yang mendaftar audisi PPIB 2023. Namun banyak yang gugur, utamanya karena tidak memenuhi kriteria tinggi badan.
“Dari penyaringan itu, akhirnya ada 13 orang yang lolos. Kemudian melalui audisi offline, terpilihlah 10 orang finalis,” sebutnya.
Gelaran Grand Final nanti, dipastikan akan dikemas sedemikian rupa sehingga berbeda dengan penyelenggaraan di daerah-daerah lain. Melalui acara tersebut, dirinya sekaligus ingin membangkitkan rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia.
“Karena ini adalah acara Puteri Indonesia, sehingga kami ingin sekali menampilkan sesuatu hal yang membuat orang-orang semakin mencintai budaya Indonesia, dan bangga menjadi bangsa Indonesia,” sebutnya.
Karenanya, yang nantinya terpilih sebagai perwakilan Bali menuju Puteri Indonesia 2023, diharapkan benar-benar merupakan perempuan yang mampu merepresentasikan Bali. Selain cantik dan berbudi pekerti baik, juga memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni.
Lebih lanjut untuk diketahui pula, adapun 10 finalis PPIB 2023 yaitu I Gusti Ayu Trisha Yunita Agung SS (Sarjana Sastra Inggris/24 tahun/Denpasar), Rakhee Bhatari Premavadini SE (Brand Manager/25 tahun/Tabanan), Ni Nyoman Ratih Cahya Iswari Setiawan (Mahasiswi Ekonomi Pembangunan/19 tahun/Denpasar), Putu Agung Sri Devi SPsi (Sarjana Psikologi/26 tahun/Karangasem).
Kalih Moghita Jyoti (Mahasiswi Ilmu Komunikasi/20 tahun/Buleleng), dr Made Widya Wirayanti Puteri SKed (Dokter/25 tahun/Denpasar), Diva Surya Ningrum SS (Entrepreneur & Digital Creator/25 tahun/Gianyar), Anak Agung Sagung Istri Nanda Widya Saraswati (Mahasiswi Psikologi/20 tahun/Denpasar), Ida Ayu Oka Widyawati (Mahasiswi Manajemen/18 tahun/Denpasar), serta Shabrina Maharani Paramitha (Mahasiswi Public Relations and Digital Communication/18 tahun/Denpasar). (adi/jon)








