
BULELENG – Berkolaborasi dengan Desa Wisata Sudaji Kecamatan Sawan, Sri Chinmoy Peace Run kembali menebar pesan perdamaian dari desa penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Juara II kategori Desa Wisata Maju Tahun 2022.
Selain panorama alam yang masih asri, dipilihnya Sudaji sebagai lokasi Peace Run tahun 2023 juga tidak terlepas dari konsep ‘Serenity, Sustainability and Spirituality’ yang dilakukan bahkan telah tersertifikasi dalam pengembangan pariwisata.
“Tempat ini, Desa Sudaji yang dikembangkan secara berkelanjutan dan memiliki vibrasi spiritual, sangat cocok untuk kegiatan Peace Run, menebar pesan perdamaian,” ungkap Direktur Eksekutif Sri Chinmoy Peace Run Oneness-Home, Salil Wilson, usai pelepasan peserta dari 13 negara di Omnity Homestay Sudaji, Selasa (17/1/2023).
Senada dengan Salil, Ketut Susana alias Sansan selaku koordinator lapangan menambahkan Peace Run melibatkan siswa SD dan SMP di Desa Sudaji juga diharapkan dapat menanamkan spirit api perdamaian dari obor yang diarak sembari berlari dan bhakti sosial berupa penyerahan buku pelajaran serta menebar ‘eco enzim’ di Bendungan Gandameru.
“Pengakuan mereka terhadap vibrasi spiritual alam dan keramahtamahan masyarakat Desa Sudaji sebagai potensi desa wisata berkelanjutan sebagaimana piagam yang dianugerahkan Menparekraf Republik Indonesia, Bapak Sandiaga Uno kepada Desa Sudaji,” tandas Sansan dibenarkan Made Agus Ngurah Fajar Kurniawan.
Selaku Perbekel Desa Sudaji, Fajar Kurniawan berharap Desa Wisata Sudaji dapat digarap bersama untuk kesejahteraan masyarakat Desa Sudaji.
Demikian juga Camat Sawan, I Made Wirama Satria yang hadir bersama dengan Kapolsek Sawan AKP Dewa Putu Sudiasa dan Danramil 1609-9/Sawan Kapten. Inf. Made Suparsana selaku Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sawan.
“Kegiatan Peace Run yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh Sri Chinmoy Peace Run bersama Desa Wisata Sudaji ini patut diapresiasi sebagai embrio bangkitnya pariwisata pasca pandemi Covid-19,” tandasnya.
Kehadiran peserta Peace Run dari berbagai negara, dan mulai dibukanya China patut dicermati sebagai peluang sektor pariwisata. “Bagaimana kita bersama-sama menyiapkan potensi sekaligus sumber daya manusia dibidang pariwisata untuk menarik dan menyambut kedatangan wisatawan ke Indonesia, Bali dan Buleleng,” pungkasnya. (kar,dha)








