
BULELENG – Upaya memperkuat sinergitas dan soliditas TNI-Polri terus dilakukan pemerintah pemerintah melalui Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan.
Tak hanya pada tingkatan perwira, penguatan sinergitas 4 Matra, TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polri sebagai komponen terdepan penjaga pertahanan, keamanan dan ketertiban nasional juga dilaksanakan pada tingkatan tamtama dan bintara Dikmaba TNI AD, Dikmaba TNI AL, Dikmana TNI AU dan Diktukba Polri.
“Kegiatan Diklat Integrasi selama lima hari, dari tanggal 12 sampai dengan 16 Desember 2022 ini diharapkan mampu menguatkan sinergitas TNI-Polri,” tandas Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Ketut Suardana dan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Sachono saat menjadi inspektur bersama, upacara pembukaan Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan, SPN Polda Bali di Singaraja, Senin (12/12/2022).
Mengutip sambutan Kalemdiknas Polri dan Dankodiklat TNI AD, kedua jendral ini menegaskan pentingnya penguatan sinergitas TNI-Polri sebagai komponen yang berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban nasional.
“Kegiatan latihan kolaboratif peserta didik, Dikmaba TNI AD, Dikmaba TNI AL, Dikmana TNI AU dan Diktukba Polri berlangsung secara serentak pada 13 Satdik Polri, 11 Satdik TNI AD dan 1 Satdik TNI AL, TNI dan Polri ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh peserta didik sehingga terjalin silaturahmi dan sinergitas TNI- Polri dimulai dari lembaga pendidikan, sampai nantinya bertugas pada satuan masing-masing,” tegasnya.
Diklat Integrasi yang diikuti 7.306 peserta didik Bintara TNI- Polri merupakan kegiatan sinergitas kali ke 2 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Ditegaskan, dengan materi Pengenalan doktrin matra, Pengenalan fungsi matra, Perbantuan TNI kepada Polri dan Perbantuan Polri kepada TNI, Operasi bersama TNI-Polri, serta kegiatan yang mendorong terwujudnya sinergitas dan soliditas melalui integrasi TNI-Polri, yang diberikan sejak dari masa pendidikan.
Diklat Integrasi diharapkan dapat membentuk kebersamaan, kekompakan dan ikatan moril dalam menjaga dan menjamin proses pembangunan nasional, stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI.
“TNI-Polri yang solid, artinya tidak mudah dipecah belah, tidak mudah diadu domba, akan tetapi saling menguatkan antara satu dengan lainnya dalam menjaga seluruh tumpah darah dan keutuhan NKRI,” tandas Wakapolda Suardana dan Kasdam Sachono pada acara yang dihadiri unsur Forkompinda dan FKUB Kabupaten Buleleng.(kar/jon)








