
KUTSEL – Setelah sempat tiarap pada masa KTT G20, aksi money changer nakal kambuh lagi di wilayah Kuta Selatan (Kutsel). Satu usaha yang disinyalir nyaris melakukan itu berada di bilangan Jalan Pratama, Lingkungan Banjar Celuk, Kelurahan Benoa.
Wayan Mampu selaku kepala lingkungan yang mewilayahi mengabarkan, diketahuinya kejadian tersebut didasarkan atas laporan warga. Di sana disebutkan bahwa ada wisatawan yang nyaris menjadi korban.
Wisatawan dimaksud melakukan penukaran uang asing pada money changer bersangkutan. Saat itulah dia nyaris dicurangi, karena uang rupiah yang didapat ternyata minus Rp300 ribu. Tapi begitu dikomplain, oknum money changer langsung memberikan sisanya dengan alasan salah hitung.
Informasi adanya kejadian semacam itu dipastikan telah diteruskan kepada pihak kecamatan. Hingga akhirnya sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) BKO Kecamatan Kutsel menyambangi usaha dimaksud pada Selasa (6/12/2022).
“Laporan itu kami teruskan untuk memastikan tidak terjadi kecurangan di kemudian hari,” sebutnya.
Sementara terpisah, Camat Kutsel, Ketut Gede Arta menuturkan, pengecekan oleh petugas dilakukan pada Senin (5/12/2022). Hasilnya, usaha tersebut ternyata tidak mampu menunjukkan dokumen perizinan operasional usaha money changer.
Sebagai tindak lanjut, langkah pembinaan sudah langsung dilakukan di lokasi. Termasuk dengan mengarahkan agar tutup sementara, hingga mengantongi seluruh dokumen perizinan terkait. Selain itu, juga dilakukan pengangkutan papan rate menuju Pos Satpol PP Kutsel.
Tidak dipungkirinya, peristiwa itu merupakan laporan indikasi kecurangan oknum money changer pertama pasca KTT G20. Dan untuk ke depannya dia berharap, kejadian semacam tidak terulang kembali di wilayah Kecamatan Kutsel.
Apalagi pada saat ini sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian, sedang berada pada masa pemulihan. (adi/jon)








