
KARANGASEM – Sebagian wilayah di Kabupaten Karangasem kembali diterjang air bah. Selain memutus akses jalan ekonomi, terjangan air bah merusak rumah dan tanaman cabai milik warga.
Pantauan di lapangan, Rabu (26/10/2022), dampak terparah dari terjangan air bah pada Selasa (25/10/2022) sore itu terjadi di Banjar Dinas Pegubugan Desa Duda Kecamatan Selat dan Desa Jungutan Kecamatan Bebandem.
Di Banjar Dinas Pegubugan, terjangan air bah membuat I Wayan Mudiasa dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya. Pasalnya, air bah bercampur material lumpur, pasir, kerikil dan batu, yang datang dari sungai sebelah barat rumahnya sekitar pukul 16.00 itu, telah merusak rumah dan dapurnya.
“Sementara waktu semua keluarga saya ungsikan ke rumah keluarga. Saat kejadian airnya setinggi 80 cm hingga masuk ke kamar. Derasnya arus air juga merusak kamar mandi,” ungkapnya.
Mudiasa mengatakan, bencana air bah baru pertama kali sejak tahun 1963. Dia menengarai, pendangkalan sungai menjadi salah satu penyebab musibah itu terjadi. “Kami berharap pemerintah bisa melakukan normalisasi alur sungai. Kalau ini tidak dilakukan saya yakin kejadian serupa akan terulang lagi,” ungkapnya.
Selain rumah Mudiasa, air bah merusak area sawah warga sekitar. Salah satu pemilik sawah I Nyoman Turun (70), warga Dusun Geriana Kauh, mengalami kerugian sekitar Rp15 juta. Pasalnya, cabai lombok yang ditanam pada lahan seluas 30 are miliknya, rusak tergerus arus air bah. “Rugi besar ini pak. Semuanya sudah habis tertimbun pasir, kerikil dan batu,” katanya.
Sementara itu, terjangan air bah membuat akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Jungutan dengan Desa Tihingan, Kecamatan Bebandem, kembali putus. Sebelumnya, jalan yang putus saat bencana air bah pekan lalu itu sudah ditimbun dan bisa dilalui kendaraan. Tapi hujan deras yang memicu air bah membuat jalan tersebut kembali ambrol sepanjang 10 meter.
Terhadap kondisi itu, warga yang hendak ke pasar dan sekolah sementara menggunakan jalan alternatif. Jaraknya cukup jauh sekitar 3 – 4 kilometer.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Karangasem I Wayan Surata Jaya mengatakan, timbunan material tegerus kembali. “Perbaikan secara permanen belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini, rencananya perbaikan akan menggunakan anggaran tahun 2023 mendatang,” ucapnya. (wat,dha)








